Yesus menurut Al-Kitab lahir bulan July, bukan Desember. Dan berbagai buku Encyclopedia misalnya The New Book of Knowledge, volume 3 halaman 289 dengan terang-terangan manyatakan bahwa tanggal 25 Desember adalah hari penyembahan dewa matahari. Kemudian memuliakan hari Minggu serta perayaan Paskah juga mengadopsi dari budaya Pagan, yaitu: penyembahan pada dewa matahari. Maka hari Minggu disebut Sunday, hari dewa matahari. (Sun: matahari, day: hari) Dan kematian Yesus itu bukan pada hari Jumat, melainkan hari Rabu, silahkan anda baca buku tentang kematian Yesus yang Al-Kitabiah.
Berikut fakta-fakta, bahwa Yesus lahir pada bulan July silahkan buka, Lukas:1:26-27.
“Dalam bulan yang ke 6 Allah menyuruh malaikat Gabriel/Jibril, pergi ke sebuah kota di Galile, bernama Nazaret kepada seorang perawan Maria..”
Yesus lahir bukan pada musim dingin. Pada saat itu kaisar Augustus memerintahkan melakukan sensus serta menarik pajak. Ketika itu wilayah Yudea dipimpin oleh Raja Herodes. Jelas tidak mungkin beliau melakukan sensus penduduk pada musim dingin, karena pada saat itu kawanan domba, dan penggembala sedang barada diluar kandang, dan para penggembala sedang menjalankan giliran jaga pada waktu malam. (Lukas 2:8) dalam buku “Daily Life in That Time of Yesus” mengatakan “Bahwa kawanan domba, sedang berada diluar dari kandangnya.”
“Minggu sebelum Paskah (Akhir Maret)” sampai pertengahan November, dan untuk tanggal persisnya kelahiran Yesus yang sebenarnya tidak diketahui,” “New Catholic Encyclopedia.”
Pastur Herbert W. Amstrong pemimpin World Wide Church of God, AS, menegaskan jika tidak ada satu dalil pun termasuk dari Alkitab yang menyebutkan Yesus dilahirkan pada 25 Desember. Amstrong mengutip Injil Lukas 2:11, yang menceritakan suasana ketika Yesus dilahirkan.
Walaupun tidak menjawab langsung pertanyaan, kapan Yesus lahir, namun Alkitab menyebutkan dua peristiwa menjelang kelahiran Yesus tersebut. Yang menuntun pada kesimpulan bahwa: Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember, karena pada saat itu adalah saat musim dingin.
Kemudian apakah benar bahwa Yesus itu Tuhan? Dia adalah Rasul (manusia). Banyak sekali ayat-ayat di dalam Al- kitab, yang menyatakan bahwa Yesus adalah seorang Rasul dan tidak lebih sebagai manusia biasa. Kemudian tentang risalah yang ia bawa, beliau hanya meneruskan dan menggenapi syariat yang disampaikan Nabi Musa. Sebagaimana sabda Beliau di Mathius 5: 17, 18. Maka hal yang sangat mustahil, jika Beliau hanya meneruskan syariat Nabi Musa kemudian mendaulat dirinya sebagai Tuhan. Dan untuk pembahasan hal ini, kami akan jelaskan pada di halaman-halaman selanjutnya, secara gamblang. Salah satu cntoh saja, coba anda kita lihat pernyataan Alkitab berikut ini, Lukas 22: 69,
“Mulai sekarang “Anak manusia” sudah duduk di sebelah kanan Allah yang maha kuasa.”
kemudian pada Markus 16: 19,
“Sesudah tuan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah ia ke sorga, lalu duduk disebelah kanan Alloh,
Mathius 12:40, “Karena sama seperti Yunus didalam perut ikan raya, tiga malam lamanya, demikian “Anak Manusia” akan ada didalam hati bumi kelak tiga hari tiga malam lamanya.”
Lihatlah pernyataan Markus, Lukas, Mathius. Yang menyatakan “Yesus Anak Manusia” berada di sebelah kanan Alloh, dan yang akan berada di dalam bumi, selama tiga hari tiga malam lamanya. Kenapa Mereka tidak menyebutnya Anak Tuhan? Dan tidak ada satu ayatpun, di dalam Alkitab yang menyatakan Yesus adalah Tuhan, Maka sembahlah Yesus.
Tetapi coba anda bayangkan bila Yesus itu “Tuhan” kemudian beliau duduk di sebelah kanan Allah, maka betapa anehnya. Jika ada dua oknum Tuhan, yang duduk/bersemayam secara berdampingan dan kaduanya adalah Tuhan. Maka ayat tersebut dengan terang benderang, menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Manusia.
Markus: 12: 28-29 dalam ayat ini, menerangkan dialog Yesus dengan orang Saduki (Ahli ibadah dari kalangan Yahudi), Ketika itu Yesus ditanya, tentang tiga hukum yang paling utama?
“Yesus menerangkan, “Dengarlah hai orang Israel, Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa.//Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu, dan dengan segenap kekuatanmu, dan segenap akal budimu,//Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.”
jawab orang Saduki: “Tepat sekali perkataanmu itu wahai Guru.” Bukan wahai Tuhan. Dan Yesus berkata: “Tuhan Allah itu ESA.”
Sesuai dengan ayat-ayat diatas, berarti menerangkan bahwa antara Yesus dan Allah adalah dua oknum yang berbeda. Karena setelah Yesus naik ke langit beliau duduk di sebelah kanan Allah, tidak menyatu dengan Allah. Bukan satu dalam 3 oknum atau 3 dalam 1. Contoh paling sederhana: apakah orang yang duduk disamping sopir adalah sopir, bisa jadi kernet atau penumpang.
Intinya kalau Yesus adalah dalam trinitas seharusnya dia menyatu dengan Allah, bukan duduk di sebelah kanan Allah.
Yesus menikah, layaknya manusia biasa
Data yang kami ambil dari penemuan naskah Laut Mati. Menyimpulkan kalau, Yesus berkeluarga seperti manusia pada umumnya, dan Yesus menikah di Ain Feskha (Palestina) Kana. Dalam naskah Laut Mati dijelaskan kronologi pernikahan Yesus, yang terjadi pada hari Jumat 22 September 30 Masehi. Dalam Injil Markus 14; 3 dijelaskan tentang tata cara upacara pernikahan. Datanglah seorang perempuan dengan membawa buli-buli puala yang berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkan buli-buli itu, dicurahkan minyak itu di kepala Yesus.
Ini adalah jelas upacara pernikahan. Karena Yesus sering menciumi Maria Magdalena di depan para murid- muridnya. Sedang dalam kitab Taurat melarang keras menyentuh, apa lagi mencium yang bukan muhrim. Dan ke empat Injil tersebut, bungkam soal pernikahan Yesus. Dikawhatirkan kalau Tuhan menikah, maka akan mempunyai anak Tuhan pula, kemudian Tuhan akan bertambah banyak pula. Tentang pernikahan Yesus ini sejalan dengan Al-Quran surat Ar-Ra’ad: 38.
Dan sesuai dengan Alkitab “Mathius 10: 5-6” Yesus adalah utusan/Rasul yang khusus bagi bangsa Yahudi. Hal ini sejalan dengan Al-Qur’an. Kemudian pernyataan Yesus adalah Tuhan, adalah tidak berdasarkan fakta ilmiah, melainkan hanya kebohongan dan dogma bapak-bapak gereja belaka. Yang berlandaskan argumen yang sangat rapuh, tidak masuk akal. Bagaimana tidak, jika ada ratusan ayat Alkitab yang menerangkan bahwa Tuhan itu Esa, Yesus adalah Nabi. Kemudian hanya dua ayat yang menyatakan Tuhan itu lebih dari satu, yaitu Yohanes 1: 1,14. Padahal ayat inipun bukan penjelasan sacara explisit, maknanya masih sangat multi tafsir, kemudian ratusan ayat yang manerangkan tentang monotheisme itu di buang, tidak dipakai. Untuk selanjutnya mereka mendongeng fiktif untuk menguatkan argumentasinya tentang Trinitas.
Latar belakang Paulus dan kebohonggannya
Nama : Paulus (Saulus) lahir pada tahun : 3 Masehi di Tarsus Turki Tengah bagian selatan. Meninggal di Roma usia sekitar 67 tahun. Beliau tokoh penting dalam penyebaran ajaran kristen, dan beliau mengaku sebagai seorang Rasul.
Menurut keyakinan Kristiani, Paulus adalah Rasul yang mulia dan istimewa, sebab ia telah dipilih Tuhan dengan kasih sayangnya semenjak di dalam kandungan. Sebagaimana pengakuan Paulus kepada jama’ahnya di Galatia 1: 15,
“Tetapi Ia telah memilih aku sejak aku di kandung ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunianya.”
karena katanya Paulus, dia adalah manusia pilihan Tuhan. Maka dia pun diyakini sebagai manusia yang paling sempurna ketaatannya pada hukum Tuhan. Sebagaimana pengakuannya dalam suratnya kepada jama’ahnya di Filipi 3: 6: “Tentang kebenaran menaati hukum Taurat aku tidak bercacat.” tetapi anehnya Paulus justru berkata: “Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut jalan Tuhan sampai mereka mati.”
Tentang apa yang dilakukan Paulus ini banyak yang menyaksikannya baik masyarakat tua, muda dan para imam besar Yahudi maupun kalangan masyarakat awam. Dan di ayat yang lain Timotius 1:13 dan Galatia 1:13, Paulus juga telah mengakui menganiaya dan membunuh murid-murid Yesus.
Melihat pangakuan surat Paulus diatas maka perlu dipertanyakan, “Apakah seorang yang dipanggil Tuhan sejak di dalam kandungan” yang sangat menaati hukum Taurat tanpa cacat, dapat manjadi seorang penghujat, pembunuh kejam yang teramat ganas. Sebagaimana pengakuanya Paulus sendiri di Kisah Para Rasul 22: 4-5.
Maka apa benar Paulus itu seorang Rasul, yang taat pada hukum Taurat tanpa cacat, padahal Paulus lah yang telah menghapus hukum Taurat, sebagaimana di Roma 3: 21.
Maka siapakah sebenarnya Paulus itu? Paulus lahir di kota Tarsus, dari keluarga perantauan. Tarsus dikenal salah satu pusat perdagangan dan kebudayaan. Dipantai tenggara Asia Kecil. Disinilah Paulus belajar bahasa Yunani, dan inilah nama populernya di kalangan Yunani “Paulos.” Kemudian, nama yang lebih populer Ibraninya ialah: “Shaulus” dan kota ini juga dikenal sebagai salah satu pusat barbagai agama dan filsafat. Berikut jenis filsafat tersebut: mitraisme, platonis, stoic dan Gnotisisme.
Filsafat ini sangat dominan dalam kehidupan masyarakat Tarsus. Upacara-upacara yang berkaitan dengan agama atau filsafat-filsafat ini menjadi pemandangan yang lazim dimata Paulus sehari-hari. Dengan belajar filsafat Yunani, Paulus menjadi figur yang terbentuk dengan perpaduan berbagai filsafat tersebut.
Dan Paulus lah yang mengadopsi filsafat ini. Kemudian memasukannya kedalam ajaran Kristen. Maka siapa pembawa agama Kristen di dunia ini? Kemudian, muncul pertanyaan dari mana orang-orang Romawi memetik ajaran ini? A. N. Wilson dalam bukunya: Paul the mind of the apostle, menjelaskan: para ahli purbakala memperlihatkan bahwa Tarsus, merupakan pusat kegiatan penyembah dewa Mithra, sampai dengan masa keruntuhan kerajaan Romawi. Kemungkinan besar laskar Pompeye dalam pergerakan mereka ke timur, yang pertama memperkenalkan aliran penyembah dewa Mithra ini ke masyarakat Yunani. Dan Paulus sebagaimana anak lainya yang lahir dan dibesarkan di Tarsus, tidak akan lepas dari budaya ini.
Dari pengaruh filsafat-filsafat ini, maka pemikiran Paulus dapat dilihat jelas dalam surat-suratnya yang menjadi bagian dari Perjanjian Baru.
Paulus meruntuhkan ajaran Yesus dan nabi lainnya
Berikut fakta-faktanya Paulus meruntuhkan ajaran Yesus dan para nabi lainya:
e Paulus merubah nama: NASRANI menjadi KRISTEN. Ajaran untuk memuliakan hari Sabtu, diubah menjadi Minggu,
e Yesus dan Nabi lainya semenjak Nabi Ibrahim memerintahkan untuk bersunat, namun Paulus menyatakan sunat tidak penting. Silahkan buka Kejadian 17:14, Galatia 5:6, 1korintus 7:9.
e Yesus, Nabi lainya mengajarkan monotheis (Tuhan itu esa) sadangkan Paulus mengajarkan trinitas, (satu dalam tiga oknum)
e Yesus dan para nabi lainya mengharamkan, khamr, zina judi, babi, tetapi Paulus menghalalkannya.
Berikut perkataan paulus: “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh sesuatu apapun.” (1korintus: 6:12)
Pernyataan Paulus ini adalah dasar pola hidup free sex dan mabuk-mabukan di negara-negara barat.
Tuhan mengharamkan zina, diperintahkan di rajam sampai mati. (Imamat 20: 1-27 dan Ulangan 22: 13-30)
Tuhan mengharamkan anggur dan minuman keras. (Imamat: 10:9)
Tuhan mengharamkan darah (Imamat 17: 12).
Tuhan mengharamkan babi (Imamat 17: 12)
Yesus memerintahkan rajam bagi pezina (Yohanes 8: 7)
Mari kita buktikan satu persatu tentang nama Kristen dan ajaran Kristen dari siapa? Memuliakan hari Minggu apa dasarnya? Serta penebusan dosa, ajaran siapa?
e Yesus lahir di Israel tepatnya di Betlehem, kemudian dia mengajarkan ajarannya di daerah Najran/Nazaret. Dan diberinya nama ajarannya Nasrani.
Lantas kenapa sekarang berubah menjadi kristen/kristos, kemudian ajaran ajarannya terbungkus dalam budaya-budaya Yunani?
- Jika Yesus selaku Tuhan dan telah memberi nama ajarannya Nasrani, kenapa justru Paulus selaku utusanya malah mengganti nama?
- Nama Kristen berasal dari Paulus, dan dalam perkembangannya, sangat dipengaruhi oleh budaya- budaya dan filsafat-filsafat Yunani yang menyimpang dari ajaran Yesus yang sebenarnya. Oleh Burton L. Mark seorang sejarahwan dan pakar Alkitab dalam bukunya: Who Wrote the New Testamen: tentang siapa pembawa agama Kristen di dunia ini? Dan salah satunya budaya ibadah Minggu, dalam bahasa Inggris ialah Sunday, sun: matahari, day: hari. Kenapa demikian? Inilah budaya Yunani dan Romawi yang menjadikan hari Minggu sebagai hari penyembahan dewa Matahari. Padahal Yesus memerintahkan memuliakan hari Sabtu sebagaimana Nabi Musa dalam [Taurat Kitab Ulangan, 5:12]
“Tetaplah ingat dan kuduskanlah hari Asbat, seperti yang di perintahkan kepadamu oleh tuhamu.”
Kontradiksi ajaran Yesus dan Paulus
e Yesus, Musa, Daud, Sulaiman dalam dan semua nabi, dalam Perjanjian Lama tidak pernah mengajarkan trinitas melainkan mengajarkan monotheisme, berikut fakta-faktanya:
1. Yohanes 17 : 3, “Inilah hidup yang kekal itu yaitu bahwa mereka mengenal Engkau satu-satunya Alloh yang Maha-benar dan mengenal Yesus yang telah Engkau utus.”
Markus 12 : 29, “Dengarlah hai orang-orang Israil : Tuhan Alloh kita tuhan itu Esa.”
2. Yesus tidak pernah mengatakan bahwa aku adalah Tuhan dan tidak pernah meminta umatnya untuk menyembahnya. Di dalam Injil Matius 4 : 8-10
“...engkau harus menyembah Tuhan Allohmu dan hanya kepada Dia saja lah engkau berbakti...”
Kemudian kitab Taurat Musa, Ulangan 6 : 4 “Dengar-lah hai orang Israil Tuhan itu Alloh kita Tuhan itu Esa.”
Sesuai dengan Al-Qur’an surat Al-Ikhlas 112 : 1 “Katakanlah dia Alloh yang maha Esa.”
Serta tidak ada pengakuan dari lisannya bahwa dia beragama Kristen. Dan Dia hanyalah rosul /utusan sesuai dengan Matius 15: 24:
“Tidaklah aku di utus kepada yang lain, kecuali hanya kepada segala domba yang tersesat dari bani Israil.”
Pertanyaannya, kalau Yesus itu Tuhan, kenapa cuma mengurus bani Israil saja?
3. Yesus tidak pernah mengajarkan penebusan dosa dan dosa waris sebagaimana dalam kitab Taurat Ulangan 24 : 16
“Janganlah ayah di hukum mati karena anaknya, janganlah juga anak di hukum mati karena ayahnya. Setiap orang di hukum mati karena dosanya sendiri.”
Kemudian di dalam Yeremia 17 : 10, “Aku tuhan yang menyelidiki hati, yang menguji batin untuk memberikan balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah lakunya, setimpal dengan hasil perbuatannya.”
Inilah ajaran yang benar dan masuk akal karena berasal dari Tuhan, sedang ajaran dosa warisan yang di buat Paulus sangat tidak masuk akal.
4. Yesus tetap mengakui hukum Taurat dan beliau hanya menggenapinya saja sesuai dengan Matius 5:17
“Janganlah kamu menyangka bahwa aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi, aku datang bukan untuk meniadakannya melainkan untuk menggenapinya.”
Dan di ayat yang lain Matius 5 : 18, “Karena aku berkata kepadamu sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini satu iota atau satu titikpun. Tidak akan dihilangkan dari hukum Taurat sebelum semuanya terjadi.”
5. Di Injil Markus 15 : 34 menerangkan setelah Yesus di salib dia berteriak dengan nyaring “Eloi-Eloi lama sabakhtani yang artinya tuhan-tuhan mengapa engkau meninggalkan aku,” padahal Yesus sendiri adalah Tuhan. Dan Yesus menyebut nama Tuhan, dengan kalimat Eloi = Alloh bukan dengan kata “bapa”.
6. Dan setelah Yesus meninggal kemudian diturunkan dari salib, jenazah Yesus kemudian di kafani dengan kain yang putih bersih. Tidak di kenakan jas/pakaian mewah sebagaimana jasad orang Kristen. Sekarang ini lihat Matius 27 : 59,
“Dan Yusuf pun mengambil mayat itu mengkafaninya dengan kain lena yang putih bersih.”
Berdasarkan fakta-fakta di atas sangat jelas dan terang benderang bahwa para nabi /utusan-utusan Alloh. Visi misinya semua sama, yaitu meng-Esa-kan Alloh. Baik dari Nabi Adam AS, sampai Muhammad SAW. Terbukti dengan relefansi ayat-ayat yang terdapat pada Zabur, Taurat, Injil, Al-Qur’an. Dan masih banyak ayat-ayat yang lain baik di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yang menerangkan bahwa ajaran para nabi ialah untuk meng-Esa-kan Alloh. Bahkan dalam keterangan dalam Injil Matius 15:17-18 Yesus secara explisit menegaskan dia hanya menggenapi hukum Taurat tidak merubahnya sedikitpun.
Berikut ajaran Paulus yang bertolak belakang dengan ajaran Yesus
Tetapi sebaliknya Paulus yang mengatakan murid Yesus, justru bertolak belakang dengan ajaran Yesus! Paulus malah menghapus hukum Taurat dan mengatakan hukum Taurat telah mati di gantikan oleh iman kepada penyaliban Yesus sebagai penebus dosa, berikut fakta-faktanya :
1. Dalam Injil karangan Paulus Roma 3:21, “Tetapi sekarang tanpa hukum Taurat, kebenaran Alloh telah dinyatakan seperti disaksikan dalam kitab-kitab para Nabi.”
Roma 7:4, “Sebab itu saudara-saudaraku kamu juga telah mati bagi hukum Taurat...”
Roma 7:6, “Tetapi sekarang kita telah di bebaskan dari hukum Taurat.” Coba anda simak ajaran-ajaran Paulus yang lainnya
2. Ajaran trinitas Tuhan itu satu, atau satu dalam tiga oknum, dan Yesus di anggap Tuhan Anak yang dilahirkan oleh ibunda Tuhan. Hal ini tidak sejalan dengan ajaran para Nabi yang lainnya, karena telah keluar dari konsep monotheisme (tuhan itu satu), lihat Yohanes 1:1.
“Pada mulanya adalah firman. Firman itu bersama-sama Alloh dan firman itu adalah Alloh”.
Yohanes 1 : 14, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaannya yaitu kemuliaan yang diberikan kepadanya sebagai anak tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”
Dalam buku The Five Gospels What did Yesus Realy Say, ternyata Injil Yohanes pasal 1 ayat 1 dan 14 tidak temasuk kategori yang dinilai/diseminarkan. Sebab ayat-ayat tersebut dianggap bukan sabda/ucapan Yesus. Ayat itu hanyalah ucapan Yohanes saja dan ayat tersebut tidak masuk dalam kategori: red, pink, gray, and black
Orang Nasrani berdalil Yohanes 1:1, “Pada mulanya adalah firman : Firman itu bersama sama dengan Allah dan firman itu adalah Allah.”
“Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita, dan kita melihat kemulian yang diberikan kepadanya, sebagai Anak tunggal bapa penuh kasih, karunia, dan kebenaran” (Yohanes 1:14)
Apakah Alloh mewahyukan dan mendefinisikan Trinitas kepada Yesus? Jawab berdasarkan Alkitab, Alloh tidak pernah dalam trinitas.
Dalam buku The Five Gospel What Did Jesus Realy Say? pada halaman 270, ayat tersebut di beri warna hitam tebal artinya ayat tersebut bukan Yesus yang mengatakannya.
Dalam Indeks rahasia Bible 1
APPENDIX (INDEKS BIBLE) APPENDIX INDEKS ALKITAB, kitab agama ini adalah milik umat Kristiani, di kenal dengan sebutan Alkitab/Bible. (Inggris : Bible, Jerman : Bijbel) terdiri dalam “INDEKS RAHASIA BIBLE.”
Dalam Injil Yohanes 1: 1, kita akan kesulitan dalam menafsirkannya.! Disitu tertulis, “Pada mulanya adalah firman, itu bersama-sama Alloh dan firman itu adalah Alloh”.
Berarti menurut ayat ini, esensi daripada roh kudus pada mulanya berpisah dari dzat atau wujud Alloh. Coba kita kaji bersama, dimulai dari kata, “Pada mulanya adalah firman. Itu bersama-sama Alloh, dan firman itu adalah Alloh.” Dari sini dapat kita maknai kata “bersama-sama” mengandung makna jamak (lebih dari satu). Alloh oknum sendiri dan firman pun oknum sendiri pula. Intinya, awal mulanya Allah dan firman itu terpisah. Lantas bagaimana kita bisa memahami teori semacam ini ?? Karena masing-masing mempunyai eksistensi sendiri-sendiri. Kemudian firman dan dzat Alloh menjadi satu untuk selanjutnya terpisah lagi! dan menjelma ke tubuh manusia yaitu Yesus. Silahkan anda meminta pendapat siapapun tentang teori semacam ini, dan apa komentar mereka!?
Maka bagaimana anda menyimpulkannya! Contoh paling ringan pada mulanya adalah Sugeng, Sugeng itu bersama Slamet dan Sugeng adalah Slamet. Kemudian Sugeng berinkarnasi (menjelma) ke tubuh Jesi, makhluk lain/manusia.
Kemudian jika konsep trinitas itu benar satu dalam tiga oknum, kenapa Yesus tidak mengetahui datangnya hari kiamat? Padahal Allah, Putra Roh kudus, adalah satu kesatuan sebagaimana dalam Yohanes. Lantas berikut jawaban Yesus ketika ditanya tentang hari akhir/hari Kiamat,
Matius 24 : 36, “Tetapi tentang hari dan saat itu, tidak ada seorang pun yang tau, malaikat-malaikat di surga tidak dan Anak pun tidak, hanya bapa sendiri.”
Seharusnya, Yesus pasti tahu tentang datangnya hari Kiamat. Kalau dia memang benar Tuhan. Karena makna point dari Trinitas adalah Roh Allah yang berada ditubuh manusia Yesus, kemudian Yesus adalah 100 persen Tuhan, tapi juga 100 persen Manusia.
3. Yesus untuk bani Israil saja, padahal Yesus di anggap Tuhan! Maka tentunya derajat Tuhan itu mestinya lebih diatas Rasul. Tapi kenapa kemudian Paulus yang notabenya utusan Tuhan/Rasul Paulus kok malah justru memiliki kewenangan untuk menyampaikan ajarannya seluruh alam, sebagaimana tertulis, di Alkitab Roma 11:13.
Matius 15: 24, “Tidaklah aku di suruh kepada yang lain kecuali hanya kepada segala domba yang tersesat dari bani Isroil.”
Dan pada Mathius pasal 10 ayat 5 - 6. Kedua belas utusan Yesus/murid-muridnya mendapatkan petunjuk dari Yesus:
“Janganlah kalian pergi ke daerah orang-orang yang bukan Yahudi, jangan juga ke kota-kota Samaria tetapi pergilah ke Israil khususnya mereka yang tersesat.”
Kemudian dalam kitab karangan Paulus Roma pasal 11: 13, “Paulus berkata, ‘hai bangsa-bangsa bukan Yahudi justru karena aku bukanlah Rasul. untuk bukan Yahudi aku menganggap hal itu bagian kemuliaan pelayananku.’.”
4. Dia mengajarkan dosa waris dari Nabi Adam AS dan mengajarkan penebusan dosa, dengan menyalib dan membunuh Tuhan. Hal ini jelas-jelas bertentangan dengan ajaran Yesus. Karena dosa Adam AS telah diampuni oleh Alloh, karena Alloh Maha Pengampun dan Mahamenerima taubat. Tidak ada nabi siapapun atau makhluk apapun yang menganggap benar adanya dosa waris. Inilah pendapat Paulus dalam kitabnya Roma 5:12
“Sebab itu sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang itu telah berbuat dosa”,
Roma 23-24, “Karena semua orang telah berbuat dosa, dan telah kehilangan kemuliaan Alloh dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma, karena penebusan dalam Yesus Kristus.”
Ayat-ayat yang terdapat dalam kitab Korintus dan Roma hanyalah surat-surat hasil buatan Paulus, yang dikirim-kan kepada jemaat di Korintus dan Roma. Coba bagi saudara yang punya Injil sekarang dibuka ke dua kitab tersebut, di awal surat anda akan melihat judul besar yang berbunyi : Surat Paulus yang pertama kepada jemaat di Korintus dan surat Paulus kepada jemaat di Roma.
Sekarang mari kita simak bagaimana pendapat Yesus dalam dosa warisan ini, sungguh ada tak seorang Nabi pun yang menyinggung hal ini (semua pasti menolak), telah kami tulis di atas tentang dosa warisan (Ulangan 24 : 16, dan Yeremia 17 : 10) dan inilah ajaran yang masuk akal dan ilmiah, sedang ajaran dosa warisan yang di buat Paulus sangat tidak masuk akal dan tidak adil, karena gara-gara dosa satu manusia seluruh manusia ikut menanggung juga
5. Kemudian tentang lafadz menyebut nama Tuhannya, Yesus menyebut tuhan dengan kalimat “Eloi” bukan dengan kata bapa, dan setelah beliau meninggal di kafani seperti orang islam tidak dengan jas/pakaian mewah. Markus 15:34 dan Matius 27:59
Lihatlah kontrofersi ayat diatas!? Jika Paulus mengaku murid Yesus kenapa malah melawan sabda Yesus!! Dan banyak sabda Paulus yang bertentangan dengan Alkitab Perjanjian Lama, Taurat, Zabur.
Di balik misteri penyaliban Yesus
Apakah benar Yesus sengaja mengorbankan dirinya, untuk disalib guna menebus dosa umatnya?
s Mari kita lihat kronologinya sesuai dangan apa yang terdapat dalam Alkitab.
s Berikut rentetan kisah penyaliban Yesus, pada ayat Matius 26: 1, 2, 3, 4. Guna mempersingkat kita mulai pada Matius 26: 3,
3"Pada waktu itu berkumpullah imam-imam kepala dan tua tua bangsa Yahudi, di istana imam besar yang bernama kayafas” 4" dan mereka merundingkan suatu rencana, untuk menangkap Yesus dangan tipu muslihat dan untuk membunuh dia.”
Lihatlah bagaimana manusia sedang bersekongkol merencanakan untuk membunuh “Tuhan” yaitu Yesus.
Mathius: 38, “Yesus sedih dan berdoa, lalu kata Yesus kepada mereka, “Hatiku sangat sedih seperti mau mati rasanya, tinggallah disini dan berjaga-jaga belah dengan aku.”
Lihatlah Yesus bersedih, kenapa dia sedih? Bukankah Yesus diutus untuk disalib??
Mathius: 47, “Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari murid ke dua belas murid itu dan bersama dia serombongan besar, orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua yahudi.”
Di dalam Yohanes 10:39, “Sekali lagi mereka mencoba menangkap dia, tetapi ia luput dari tangan mereka.
Mengapa Yesus harus ditangkap paksa????
s Lihatlah dari awal sampai akhir kami, tidak melihat sama sekali tanda-tanda kalau Yesus itu disalib untuk menebus dosa manusia, yang nampak justru Yesus tidak mau/menolak kalau dia akan disalib.
s Dan masih banyak ayat-ayat yang lainnya yang menerangkan tentang penolakan Yesus ketika akan disalib. Silahkan di buka Lukas 22: 35-36.
Jika memang Yesus mau disalib untuk menebus dosa manusia, lantas mengapa mereka harus bersekongkol, kemudian Yesus ditangkap paksa dan kemudian dia berlari dan meronta.
Apakah demikian yang dimaksud pengorbanan untuk umatnya? Hal diatas sangat jelas menunjukan kalau Yesus tidak mau disalib. Lantas darimana ide penebusan dosa??? Siapa sebenarnya yang menginginkan Yesus disalib???
Oo.. ternyata mereka berpatokan, dengan surat Paulus kepada jemaat di Galatia3: 13.
(3:13) “Kristus telah menebus dosa kita, dari kutuk hukum Taurat, dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”
Ini bukan sabda Yesus ini adalah surat Paulus yang sangat kontradiksi dengan sabda Yesus dan nabi-nabi sebelumnya. Yang membantah adanya dosa waris. Silahkan anda lihat/buka Yehezkiel 18: 20, Ulangan 24: 16 Matius 16: 27, Yeremia 31:29-30 Tawarikh 25: 4.
Mathius 27: 46 “Setelah Yesus disalib dia berteriak dengan suara nyaring “Eloi- eloi lama sabakhtani.” Artinya: Alloh-Alloh mengapa engkau meninggalkan aku? Tuhan kok berkata demikian? Mana keteguhan hati (keimanannya)-nya? Masih ingat ketika Nabi Ibrahim, hendak di bakar?
Kemudian Paulus seorang Rasul, yang sangat mencintai dan mengagungkan Tuhannya justru bekata:
“Terkutuklah orang (bukan tuhan) yang digantung pada kayu salib” seperti ini lah sikap seorang rasul Paulus, kepada tuhannya yang diabadikan oleh Paulus sendiri dalam Alkitab Perjanjian Baru. Dan pantaskah?? seorang rasul mengatakan tuhannya dengan kalimat tersabut.
Logikanya kalau Yesus memang sejak awal katanya akan turun menebus dosa manusia melalui tiang salib, kenapa harus mempertahankan diri??
Keterangan Alkitab di atas apabila kita telaah, maka dapat diambil kesimpulan, merupakan sebuah bantahan telak terhadap dogma penebusan dosa, bahwa Yesus di dunia ini untuk menebus dosa manusia, (adalah tidak benar) sebab faktanya Yesus tidak mau mati di salib. Dan penebusan dosa ini hanyalah dogma gereja, yang bersumber dari Paulus. faktanya di Perjanjian Lama, tidak ada satu ayat pun yang menerangkan tentang penebusanan dosa.
Sebenarnya cukup sederhana jika hukum dosa waris dan penebusan dosa dan trinitas itu benar ada. Maka tentunya para rasul-rasul sebelumya juga akan menyampaikanya hukum ini, karena pada dasarnya ajaran antara Nabi yang satu dengan Nabi yang lainya itu sejalan, sehingga tersinergi, tetapi berdasarkan observasi dari pakar-pakar kristiolog, dan para ilmuwan kristen. Menyatakan tidak ada ajaran dosa waris dari Yesus dan nabi-nabi sebelumnya. Ini hanyalah budaya dari paganisme penyambah berhala. Yang kemudian diadopsi untuk membungkus ajaran kristen.
Siapa sesungguhnya yang mati di tiang salib itu?
Dalam keyakinan Kristen tentang siapa yang disalib, dan mati di tiang salib itu adalah Yesus. Sebagai penebus dosa, meskipun banyak ayat dalam Alkitab yang menyampaikan hal ini. Namun bila kita cermati dan telaah secara mendalam, maka dalam hal ini penuh dengan kejanggalan, jika yang disalib itu benar-benar Yesus. Mengapa?
Jika dia selaku Tuhan atau Rasul kok berteriak “Eloi- Eloi lama sabakhtani.” (Markus 15: 34) artinya: Tuhan-tuhan mengapa engkau meninggalkan aku. Maka tidak mungkin jika dia itu Tuhan atau seorang Nabi sekalipun, kemudian dia berteriak demikan. Berarti kesabaran serta keteguhan iman seorang Nabi, mulai luntur atau dalam keraguan. Padahal nabi adalah manusia pilihan Alloh yang dianugrahi kekuatan iman serta mukjizat.
Dan masih segar dalam ingatan kita bagaimana Nabi Ibrahim AS, dibakar hidup-hidup? Apakah dia meronta? atau paling tidak bicara sia-sia yang tidak berguna? Dengan penuh ketenangan Nabi Ibrahim hanya berkata” CUKUPLAH ALLOH SEBAGAI PENOLONG KAMI....” Coba anda bandingkan antara disalib dengan dibakar itu lebih menakutkan mana? Atau ketika Yunus AS dimakan sama ikan Paus. Padahal mereka hanya seorang Nabi, keteguhan iman mereka tidak berubah sedikitpun. Lantas bagaimana jika Tuhan yang mengalami hal ini? Coba anda telaah apakah ucapan/teriakan Yesus itu mencerminkan derajat/kapasitasnya sebagai Tuhan!? Atau seorang Nabi? Atau justru hanya Manusia biasa? Rasanya tidak pantas bila seorang Nabi itu meronta?? Belum pernah sekalipun saya mendengar ada seorang Nabi yang ditimpa mara bahaya kemudian dia berteriak/meronta.
Jawabanya: Yang disalib itu bukan seorang Nabi dan jelas pasti bukan Tuhan! Lantas siapakah yang disalib itu?? Yang bisa memecahkan teka -teki ini hanyalah Alloh melalui Al-Qur an, yang mana cara men-ta’wil/mengeja-wantahkan ayat Al-Qur an pun harus dengan ilmu ahli tafsir pula. Kita pun bisa, dengan syarat menguasi ilmunya. Dan perlu kita pahami bahwa ayat Al-Qur’an ada yang mutasyabihat dan muhkamat (terang). Yang mana dalam mendefinisikannya biasanya disertai asbabul nuzul ayat atau hadist nabi, serta dengan tetap merujuk kepada para mufasiriin yang telah ditunjuk olah Nabi Muhammad SAW. Maka tidak bisa kita secara serampangan menterjemahkan kemudian mengambil kesimpulan.
Kembali tentang penyaliban itu. Dalam QS. An-Nisa ayat 157, telah menerangkan bahwa yang disalib adalah orang yang diserupakan dengan Isa/Yesus, dan dalam hadist diterangkan beliau adalah Muridnya yang paling muda, yang jelas bukan Yudas Iskariot.
Ibnu Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas:
“Tatkala Alloh SWT hendak mengangkat Isa ke langit, ia keluar menemui sahabatnya, saat itu di rumah tersebut terdapat 12 laki-laki Hawariyun. Beliau keluar dari disebuah mata air di rumah tersebut dan kepalanya meneteskan air. Beliau berkata: ‘Sesungguhnya diantara kalian ada yang kufur sebanyak 12 kali setelah beriman kepadaku’, Isa bertanya, ‘Siapakah diantara kalian yang mau diserupakan denganku dan manggantikan tempatku untuk di bunuh, dan akan bersamaku dalam derajatku?’ (akan bersamaku disurga.’) Maka berdirilah seorang yang paling muda usianya diantara mereka, akan tetapi Isa berkata : ‘Duduklah!’ Ketiga kalinya pemuda itu berdiri dan berkata “saya”. Isa berkata, ‘Engkaulah orangnya itu’.
Lalu orang itu diserupakan dengan Isa, sedangkan Isa diangkat oleh Allah malalui ventilasi menuju langit. Lalu orang Yahudi pun datang dan mereka berhasil menangkapnya, kemudian mereka salib dan bunuh.....”
(Isnad ini shahih, bersambung ke Ibnu Abbas, dan diriwayatkan oleh An-Nasai, dari Abu Kuraib, dari Abu Muawiyah)
Ibnu Abbas ialah Ahli tafsir/men-ta’wil Al Qur’an, yang telah mendapat mandat dari Nabi SAW, untuk men-ta’wil AL Qur’an, dengan tetap berpijak pada apa yang telah diucapkan Nabi SAW, yang diterimanya dari Malaikat Jibril bukan berasal dari nafsunya. (Nabi/Ibnu Abbas)
Beginilah kami memahami ilmu Al-Qur’an dengan runtut, serta melalui jalur-jalur yang jelas dan dapat dipercaya. Sehingga antara firman Alloh dan sabda Nabi tidak ada pertentangan.
Telaah kritis kebangkitan Yesus
Benarkah Yesus bangkit dan menjadi mesias
Apakah Yesus benar bangkit dan untuk kemudian menjadi Mesias? Setelah kami mengungkap tentang siapa sebenarnya yang disalib, hanya berdasarkan satu ayat Alkitab saja. Kemudian kami menjawab serta memecahkan masalah ini hanya dengan satu ayat Al-Qur’an saja. Maka kami akan mengungkap kejanggalan kebangkitan Yesus ini, dengan ayat-ayat Alkitab. Karena sangat banyak ayat dalam Alkitab, yang menyatakan kejanggalan dan kontradiktif, akan peristiwa kebangkitan Yesus.
l Kenapa saksi kebangkitan Yesus yang pertama kali adalah para Wanita? Silahkan anda buka, Markus 28:9 dan 16:9.
l Dan Yohanes (20:1) menyatakan: tidak ada yang tahu pasti tentang kapan kebangkitan Yesus.
Padahal dengan jelas kuburan itu dijaga oleh 16 tentara Romawi, secara bergantian masing-masing 4 orang bergilir, kok Yohanes mengatakan tidak ada yang tahu kapan tepatnya Yesus bangkit. Kemudian bisa batu sebesar itu bergeser, tentara Romawi tidak ada yang tahu, malah saksi pertama yang melihat Yesus adalah para wanita, yang berada di taman. Sungguh seperti sebuah “cerita Fiksi”,
Lantas kejanggalan berikutnya: Apa yang menyebabkan Yudas Iskariot mati gantung diri? Apakah sebagai rasa penyesalan, karena dia telah memberitahu lokasi persembunyian Yesus, padahal Yudas mengimani ajaran penebusan dosa? Dengan penyaliban Yesus, seharusnya dia baru gantung diri manakala Yesus tidak bangkit pada hari ke tiga.
Matius 27: 5, “Maka ia pun (Yudas Iskariot) melemparkan uang perak itu kedalam bait suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.”
Setelah mengetahui bahwa Yesus dijatuhi vonis mati dengan di salib, berarti murid Yesus tinggal 11 orang.
Bukankah dia beriman pada penebusan dosa, dan kebangkitan Yesus, yang mana hal tersebut telah di nubuatkan oleh Yesus sendiri dalam Alkitab,
l Kemudian kok cuma dua malam satu hari di dalam kubur, padahal kata Alkitab?
Dalam Mathius 12:40 Yesus berkata: “Seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga anak manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.”
Dalm Injil Markus 15: 42, yang mengatakan Yesus disalibkan “pada hari manjelang sabat” atau hari Jum’at dan inilah yang diyakini umat kristiani dalam upacara paskah disebut Jum’at Agung, Sabtu sunyi, Minggu paskah, di ayat lain Markus dengan jelas Yesus akan bangkit “sesudah” tiga hari. Padahal jelas sesuai ayat-ayat diatas belum ada tiga hari.
Yohanes 20:1 “Kita tidak tahu pasti kapan Yesus bangkit, tapi kita tahu itu terjadi sebelum matahari terbit yaitu pada hari Minggu.” Coba anda menghitung 3 hari setelah Jum’at sore, karena perhitungan pergantian hari menurut Yahudi adalah pada saat matahari tenggelam. Padahal kebangkitan Yesus pada hari Minggu sehingga disebut Minggu paskah.
l Terjadi kontradiksi pada ayat Alkitab, padahal ayat tersebut ditulis oleh orang yang sama yaitu Lukas, 24: 50, 51. Menerangkan setalah bangkit, Yesus bertemu dengan murid-muridnya, dan pergi ke luar kota sampai dekat Betania, dan ketika dia memberkati mereka, ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
Padahal di kisah para Rasul, 1: 3 menerangkan, beliau di bumi selama 40 hari baru kemudian barulah terangkat ke sorga.
Kemudian lebih ngawur lagi Rasul Paulus yang mengatakan: Yesus bertemu keduabelas muridnya, padahal salah satu muridnya Yudas Iskariot telah mati bunuh diri, ketika Yesus dijatuhi vonis mati dengan di salib, lihat: 1korintus :15: 5
15:5 “bahwa ia telah menampakkan diri kepada kefas dan kemudian kepada ke dua belas muridnya” Ayat ini layaknya sebuah cerita jenaka.
Tetapi jika mengacu pada Al-Qur’an, murid Yesus tinggal 10 karena salah satu muridnya berkenan menggantikannya di tiang salib. Tetapi disini esensinya ialah orang yang mengaku Rasul yaitu Paulus, telah nyata berbohong. Dalam perkara yang sangat remeh ini. Jika dalam hal remeh saja dia telah berbohong, maka bagaimana mungkin dia akan berlaku jujur untuk hal-hal yang lebih besar lagi.
Paskah rekayasa Paulus
Paskah berasal dari bahasa Ibrani, pesakh yang artinya terlewati. Umat Kristen telah mengubah makna paskah yang sebenarnya, yang dilakukan orang Yahudi, yaitu pada tanggal 14 bulan Nisan untuk mengenang keluarnya bani Israel dari perbudakan di Mesir di zaman Raja Ramses, Fir aun, oleh nabi Musa AS. Pada waktu itu Allah menyuruh untuk mengorbankan anak domba, dan makan roti tidak beragi. Dimana darah anak domba tersebut digunakan untuk memberi tanda pada rumah-rumah orang Yahudi, untuk membedakannya dengan rumah-rumah orang Mesir. (kel 12;1-28)
Yesus adalah berasal dari bani Israel yang beragama Yahudi. Ia mengikuti agama nabi Musa AS, juga seluruh tradisi agama Yahudi termasuk paskah, hal ini terbukti dengan pejamuan malam yang dilakukan sesuai ritual Yahudi, dengan memakan roti tak beragi (Luk 22: 7-38). Pejamuan malam ini kemudian disebut pejamuan kudus.
Paskah umat Kristen dan umat Yahudi berbeda. Jika umat Yahudi menyebut paskah dengan pesach, kemudian umat Kristiani ada yang menyebut Paskah dengan ucapan happy easter (padahal easter adalah nama dewi kesuburan di Jerman), walaupun keduanya waktunya hampir bersamaan. Esensi paskahnya orang Yahudi sudah kami terangkan diatas, sedangkan paskah orang Kristen, adalah perayaan untuk memperingati kebangkitan Yesus.Tanggalnya berubah-ubah tapi jatuh pada hari Minggu, sehingga disebut Minggu paskah.
Umat kristen telah mengubah konsep ritual makna paskah yang sebenarnya mengenang keluarnya bani Israel dari perbudakan di Mesir menjadi penebusan dosa. Jika dalam agama Yahudi yang dikorbankan adalah seekor anak domba, maka dalam keyakinan yang baru ini, Yesuslah pengganti domba, dan ekaristi yang diambil dari peristiwa jamuan malam adalah jamuan kudus, yang menyimbolkan roti sebagai tubuh Yesus dan anggur sebagai darah. Untuk menebus dosa dan menyenangkan tuhan/dewa, dan ini adalah tradisi pagan. Dengan kisah Cult Dionysious, Dewa Anggur Yunani yang mati dan jadi immortal, bahkan sesajian darah untuk menebus dosa, adalah mengadopsi dari ajaran pagan, yang kemudian untuk mendesain ajaran Kristen. Pagan ialah penganut penyembah berhala (dewa-dewi) yang sudah ada sejak Yunani kuno/jauh sebelum Masehi.
Dan Paulus berkata demikian, “Buanglah ragi yang lama, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab anak domba paskah kita juga telah di sembelih, yaitu Kristus.” (1kor.5:7) Dengan sangat jelas upacara paskah hanyalah mengadopsi dari Yahudi dan paganisme. Tetapi kerangka dasarnya adalah budaya pagan, yang sangat tidak manusiawi, dengan falsafah dalam pejamuan kudus. Roti tak beragi adalah tubuh kristus dan anggur adalah darahnya. Secara fitrah kita sebagai orang yang sangat awam saja, merasa jijik akan hal ini.
Perlu kita ketahui sebagian Kristen ada yang menolak perayaan Natal dan Paskah, dan penggunaan lambang salib. Contoh adalah gereja Yesus sejati (True Jesus Church) mereka juga tidak mempercayai dengan konsep trinity seperti halnya Kristen saksi Jehova, inilah peristiwa yang luar biasa dahsyat, penyimpangan ajaran monotheisme dan polytheisme, yang dikemas sedemikian rupa, sehingga membuahkan sebuah ajaran hybrid dengan konsep tiga tapi satu, satu tapi tiga. Serta pengesahan seorang manusia menjadi Tuhan. Diucapkan Paus Leo (440-461) demikian pentingnya peringatan paskah bagi umat kristen sebagai dasar/pondasi iman Kristen, paskah lebih penting ketimbang natal, jika natal bermasalah pada kelahiran Yesus, sedangkan paskah berbicara tentang penebusan dosa tanpa penyaliban dan kebangkitan.
Dimuat di Tabloid Media Umat rubrik : kristologi- Hj. Irene Handono
Maka Lihatlah tulisannya para pengikut Yesus yang berbunyi: (para pengikut Yesus, para ulama kristen dan penerus abad-abad 1 masih dapat dimaafkan kalau mereka gagal memahami kalau Yesus bukan Tuhan yang turun dari langit, tapi pengikut atau ulama Kristen modern saat ini, tidak bisa dimaafkan kalau mereka gagal dalam memahami siapa Yesus yang sebenarnya. Ini adalah pernyataan Dr. Charles Francis Potter dalam bukunya, “The Lost Years of Jesus Revaled” apakah dengan berbagai fasilitas informasi khazanah keilmuan yang dibuka seluas-luasnya pola pikir mereka, masih sama dengan pemikir-pemikir dua ribu tahun yang lalu.
Maka bagaimana mungkin orang yang memiliki akal sehat, serta hati nurani yang jernih bisa langsung percaya pada sebuah fenomena-fenomena yang tak masuk akal seperti ini, dengan catatan mereka bisa percaya, karena tidak memahaminya secara utuh atau hanya sekedar dogma pokoknya imani saja, maka dosa kita akan diampuni.

menurut saya, mau kapan tuhan Yesus lahir dan kapan DIPEringati, bukan menjadi masalah. Yg menjadi masalah adalah sebesar apa rasa percaya kita kepada Tuhan
BalasHapusSangat membantu
BalasHapusAnda..adalah pembohong
BalasHapus