Senin, 14 Desember 2015

FAKTA–FAKTA ILMIAH YANG TIDAK TERBANTAHKAN

Awal mula salib dan kenapa Yesus dan Paulus melarang menggunakan symbol salib
Kapan penggunaan lambang salib dimulai? Apakah Yesus pernah menggunakan lambang salib? Atau hanya sekedar symbol dengan menyentuh jidad, pipi dan dada, sehingga seperti kebanyakan orang non muslim yang kita lihat kebanyakan sekarang ini? Dalam melakukan hal ini, apakah mereka benar- benar memahami esensinya, atau hanya sekedar ikut saja pada dogma dari Gereja? Mengapa semua gereja yang mengaku Katholik, Protestan dan Ortodoks, menghiasi gedung-gedung mereka dengan salib, dan menggunakanya sebagai lambang iman mereka? Bagaimana dalih sampai menjadi lambang yang begitu populer? JAWABANNYA:
Yesus tidak pernah menggunakan salib, dan salib di puja bukan hanya oleh pengunjung gereja, yang mengaku mengikuti Alkitab, tetapi juga oleh orang-orang yang sama sekali tidak mengikuti Alkitab, dan yang ibadahnya jauh mendahului gereja Kristen. Banyak karya tulis keagamaan mangakui bahwa penggunaan salib dalam berbagai rupa dan bentuknya, bermula dari zaman peradaban manusia yang sudah sangat berlalu. Misalnya Hieroglif dan gambar-gambar Mesir kuno tentang dewa dewi mereka sering menampilkan salib, dalam bentuk T dengan lingkaran di bagian atasnya. Itu disebut Ansete atau berbentuk pegangan, dan di duga  sebagai lambang kehidupan. Belakangan bentuk salib ini diadopsi dan digunakan secara luas oleh gereja Koptik dan gereja-gereja lain.
Menurut “The Catholic Encyclopedia” bentuk primitif salib tampaknya menyerupai apa yang disebut salib gamma (crux gammata), yang lebih dikenal dengan nama sansekertanya, swastika, dikalangan orientalis (pakar budaya timur) dan siswa siswa arkeolog pra sejarah. Tanda ini digunakan secara luas di kalangan orang Hindu di India dan budhis di seluruh Asia. Dan masih terlihat dalam dekorasi dan ornamen di wilayah- wilayah tersebut. Coba kita berkunjung ke candi Borobudur atau ke sphinx piramida di Mesir.
Tidak diketahui kapan tepatnya salib di adopsi sebagai lambang “Kristen.” Salib dalam berbagai bentuk dan rupa mulai digunakan, misalnya “The Ilustrated Bible Dictionary” menyatakan bahwa apa yang disebut salib “St. Antonius” dibentuk seperti huruf T, yang menurut pendapat orang Babylonia, diambil dari lambang dewa Tamuz, yakni huruf tau.
Lantas apa yang mendasari Umat Kristiani untuk menggunakan lambang salib, bahkan Paulus pun tidak memperkenalkan suatu lambang atau patung kedalam ibadat mereka, ia malah memberi intruksi kepada rekan-rekan kristennya untuk lari dari penyembahan berhala, dan dari praktek apapun yang berasal dari ibadah kafir. Lihat (kisah 18: 5-8) dan1 Korintus 10:14.
Para sejarawan dan peneliti tidak menemukan bukti yang membenarkan penggunaan salib, dikalangan orang Kristen pada masa awal, dalam buku (History of the Cross) mengutip dari seorang penulis pada abad ke 17, yang bertanya “dapatkah Yesus yang diberkati merasa senang jika melihat murid-muridnya memuja lambang dari alat eksekusi yang digunakan padanya, bagaimana anda menjawabnya? Padahal Yesus dan Paulus tidak pernah, bahkan malah melarang menggunakannya.
Ibadat yang diterima Allah tidak menuntut penggunaan benda atau patung, dalam (2 korintus 6:14-16)
 “Apakah ada kesepakatan antara bait Allah denga berhala-berhala,? Tanya Paulus” TIDAK ADA dalam Alkitab yang memberi kesan bahwa, ibadat orang kristen harus menggunakan symbol/alat yang di pakai untuk menyalib Yesus. Surat diatas adalah sebuah ultimatum yang sangat keras dari Paulus. Untuk tidak menggunakan lambang salib maupun patung-patung.
Kalau begitu, apa tanda pengenal orang Kristen sejati?? Bukan salib atau lambang manapun, melainkan kasih. Yesus memberi tahu kepada murid-muridnya,
 “Aku memberikan kepadamu perintah baru, agar kamu saling mengasihi satu sama lain, sebagaimana aku telah mengasihi kamu, agar kamu juga mengasihi satu sama lain, dengan inilah semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-muridku, jika kamu mempuyai kasih diantara kamu” Yohanes 13:34-35. [blurb di hlm 19] from the book the cross in tradition, history, and art (1897)
Maka apa yang mendasari penggunaan lambang salib, jika Yesus dan Paulus pun melarang? Perlu kita pahami bahwa ajaran kristen berkembang pesat semenjak kaisar Romawi, Konstantinus Agung memeluk kristen, dan sebelumnya dia adalah penganut paganisme, penyembah berhala dewa-dewa pagan, dan lambang atau symbol-symbol salib dan patung-patung sudah sangat kental dengan paganisme. Karena ajaran Kristen telah di desain oleh Paulus menyesuaikan budaya-budaya pagan. Maka  kaisar Romawi, Konstantinus Agung pun merasa cocok dan dengan mudah beradaptasi pada ajaran Kristen, karena ajaran-ajarannya sejalan dengan budaya pagan. Dan yang memperkenalkan symbol-symbol salib adalah raja Konstantinus Agung, sejak lama lambang-lambang salib ia gunakan pada bendera perang, dan pakaian perang tentara Romawi, dan beliaulah yang menyelenggarakan konggres  konsili di Nicea, guna mematenkan dogma-dogma ajaran Kristen, karena pada waktu itu terjadi perpecahan yang hampir merata, dan banyaknya perbedaan-perbedaan, dikalangan umat Kristen dalam hal theologi.
Lantas apa yang menjadi landasan bagi pemeluk agama Kristen ini? Jika kita cermati bersama dari kerangka dasar ajaran Kristen ini sudah sangat kacau, mulai dari kelahiran Yesus sampai prinsip ketuhanan Yesus, kerasulan Paulus  yang penuh kejanggalan, iman pada penebusan dosa yang bertentangan dengan kehendak Tuhan dan firman Tuhannya, sampai dengan panggunaan lambang salib pun, ternyata juga tidak berdasar bahkan Tuhan dan Rasulnya pun melarang hal tersebut.

Runtuhnya teori trinitas
Riset tentang Alkitab  yang menggemparkan  umat kristiani sedunia, di selenggarakan oleh 76 sarjana dan para ilmuwan Kristen yang berkaliber selama 7 tahun.
Definisi trinitas ialah kesatuan dari tiga. Trinitas dalam kristen adalah tiga tuhan yakni tuhan Allah, tuhan Yesus, Tuhan Roh kudus. Dan ketiganya adalah satu. Dogma ini berasal dari paham Platonis yang di ajarkan oleh Plato sekitar 347 SM, dan dianut para pemimpin gereja sejak abad ke-2 (Tony Land, 1984) dalam buku “New Catolic Encyclopedia” juga mengatakan “The Doctrine of The Holly Trinity is Not Taught in Their Old Testament” ajaran Trinitas tidak pernah di ajarkan dalam Perjanjian Lama.
Tuhan itu Esa (monotheisme) bukan trinitas:
- Nabi Musa menolak trinitas (Ulangan 4: 35, 6: 4, 32: 39)
- Nabi Daud menolak trinitas (Mazmur 86: 8)
- Nabi Sulaiman menolak trinitas (Yesaya 43: 10-11, 44: 6, 45: 5-6)
- Yesus menolak trinitas (Markus 12: 29 dan Yohanes 17:3)
Karena telah banyak versi Alkitab yang dalam ayat ini telah mengalami revisi, antara lain versi Alkitab LAI. 5: 7 sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam surga: Bapa, firman, dan Roh kudus. Dan ketiganya adalah satu
Dan versi Alkitab LAI. 5 : 8 dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi: roh, air, dan darah dan ketiganya adalah satu
Ayat ini adalah formula trinitas tetapi sayang ini adalah karya tangan-tangan jahil.
Tanda kurung yang terdapat dalam Bible, merupakan kode dari perevisi Bible bahwa ayat tersebut tidak terdapat pada naskah Bible versi sebelumnya, atau bahkan dalam naskah aslinya! Jadi  jika pada Bible versi sekarang anda menemukan tanda kurung dalam suatu ayat, maka sudah dapat hampir bisa dipastikan itu merupakan sisipan oleh gereja, begitu juga dengan kalimat yang di percayai menyatakan rumus trinitas ini ternyata merupakan sisipan gereja.
Penelitian dua theolog ternama, Edward Gibbon dan Richard Porson, sama-sama sepakat ayat satu Yohanes 5: 7 baru pertama kali di masukkan oleh gereja ke dalam Bible tahun 400 M (Secrets of Mount Sinai, James Bentley hal 30-33)
Dr. C.I Scofild, D.D dengan di dukung oleh delapan orang D.D (dokter ilmu theologi) lainnya memberikan opini dalam bentuk catatan kaki tentang ayat ini :
“secara umum disetujui bahwa ayat ini telah di sisipi dan bukanlah naskah yang sah” para fundamentalis kristen masih mempertahankan tulisan ini, padahal semua terjemahan modern termasuk versi standar yang telah di revisi (Revised Standard Version: RSV) telah menghilangkan kecurangan ini.
Karena kuatnya bukti-bukti pemalsuan tersebut maka ayat 1 Yohanes  5 : 7 di sensor oleh Bible bahasa Inggris seperti: The revised standard version, the new revised standard version, the new american standard bible, the new english bible, the pilips modern english bible, dll.
Sangat disayangkan bahwa Lembaga Alkitab Indonesia  (LAI) tidak mau jujur. Menjelaskan bahwa ayat dalam kurung tersebut adalah ayat palsu, dan tetap masih menggunakan kecurangan tersebut dalam Bible Indonesia. Sehingga sampai sekarang masih banyak kristiani yang mendasari dogma Trinitasnya dari ayat palsu ini.
Ketika Alkitab di cetak di Frankurt, Jerman pada tahun 1574, perhatikan catatan kaki dari Alkitab, New International Version halaman 907 yang mengatakan, “Ayat ini tidak di temukan di semua naskah Alkitab yang di tulis sebelum Abad XVI.” Dengan demikian ajaran Trinitas maupun istilah Trinitas tidak di temukan di dalam Alkitab.
Ajaran Trinitas tidak ditemukan baik dalam kitab Perjanjian Baru maupun Perjanjian Lama, mengutip apa yang di sampaikan oleh:  Jesuit Edmund Fortman dalam  bukunya “The Triune God” menjelaskan: “The old Testament ...tells us nothing explicity or by necessary implication of a triune God who is father, Son and Holy spirit... There is no evidence that any sacred writer ever suspected the existence of a (Trinity) whitin the god head... Even to see in (the old Testament) suggestion or foreshadowning or vailed sign of the trinity of person, is to go beyond the words and inent of the sacred writers.”
Mengenai kitab Perjanjian Baru, buku Encyclopedia of Religion mengatakan: “Theologians agree that the new testament also does not containt and explicit doctrine of the Trinity” (para ilmuan Kristen, sependapat bahwa ajaran trinitas, juga tidak ada dalam Perjanjian Baru. Kemudian sejarahwan Arthur Weigel, dalam bukunya “Paganism in Our Cristiannity,” mengatakan: “Jesus crist never men tioned such a phenomenon and now where in the new testament  does the word trinity appear. The idea was only adopted by the curch three hundred years after the death of our Lord”. Yang artinya:
“Yesus Kristus tidak pernah menyinggung tentang fenomena seperti itu ( trinitas) dan kata trinitas tidak di temukan dimana pun dalam kitab Perjanjian Baru. Ide ini baru dianut Gereja tiga ratus tahun setelah Yesus tiada.
Selanjutnya buku “New Catholic Encyclopedia”, “The doctrine of the holy trinity is not taught in their old testament.” (Ajaran trinitas tidak pernah di ajarkan dalam Perjanjian Lama)
Kemudian A.N Wilson dalam bukunya “Jesus a Life”, “I head to admit that I found it imposible to believe that a first century  Galilean holy man Jesus had at any time of this life believed himself to be the second person of the trinity.”
 Artinya: “(Saya harus mengakui bahwa memang tidak mungkin  untuk mempercayai bahwa orang suci dari Galilea abad ke 1, Yesus pernah sekali saja dalam hidupnya merasa dirinya sebagai oknum kedua dari Trinitas.”
Orang Nasrani berdalil dengan ayat Matius 28:19
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridku dan baptislah mereka dalam nama bapa, anak dan roh kudus.” (Matius 28 : 19)
tetapi ayat ini pun juga banyak kontradiksi dengan ayat Mathius lainnya, 15:24 dan Mathius 4: 8-10, Mathius 10:5-6. Yang mana ayat Mathius di atas menerangkan, kita diwajibkan menyembah/berbakti hanya kepada Allah saja. Dan Beliau sekedar utusan bagi bani Israel saja, tidak keseluruh dunia. Kalau kita cermati ayat diatas Yesus seakan tidak konsisten
Jawab: Di zaman Yesus dan murid-muridnya, mereka yang ingin menjadi anggota suatu kelompok harus menyatakan kesetiaan mereka kepada suatu kelompok tersebut melalui pembaptisan. Dalam islam cara ini di sebut bai’at. Pada saat ini, mereka yang ingin menjadi anggota kelompok Yohanes pembaptis atau muridnya, misalnya Apolo. Sebelum membentuk kelompok sendiri, Yesus pernah menjadi anak buah Yohanes dan di bai’at (di baptis) atas nama Yohanes serta menyatakan kesetiaannya kepada Yohanes pembaptis tertuang dalam Injil Markus 1 : 9.
“Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan ia di baptis di sungai Yordan oleh Yohanes.”
Setelah Yesus membentuk kelompok sendiri, mereka yang ingin masuk kelompok Yesus harus di baptis atas nama Yesus dan menyatakan kesetiaan mereka kepada Yesus.
Oleh karena itu pembaptisan atas nama bapa, anak dan roh kudus sebagaimana Matius 28 : 19 adalah aneh dan tidak masuk akal. Di zaman Yesus dan murid-muridnya tidak pernah ada nama Bapa dan Roh kudus di ikut-ikutkan dalam upacara pembaptisan. Untuk lebih jelasnya perhatikanlah pernyataan pakar pemikiran Kristen, Paul Tilich dalam bukunya “A History of Cristian Thought.”
Pembaptisan merupakan upacara memasuki suatu kelompok Kristen gereja, lalu dia di baptis atas nama kristus kemudian barulah nama tuhan Bapa, dan Roh kudus di tambahkan.
Di zaman Yesus dan murid-muridnya, ide Roh kudus sebagai Tuhan atau sesuatu yang di sembah tidak pernah di kenal. Hal ini dengan jelas dapat di lihat dalam kitab “Kisah Para Rosul” ketika Paulus menanyai murid Yohanes pembaptis di Eferus.
“Sudahkah kamu menerima Roh kudus, ketika kamu menjadi percaya, akan tetapi mereka menjawab : belum, bahkan kami belum mendengar bahwa ada roh kudus”. (Kisah Para Rosul 19:2)
oleh H.S. Munir SKM.MPH
Dan tidak ada satu ayat pun dalam Al-kitab yang menyatakan bahwa Yesus adalah:100% manusia dan 100% Tuhan. ini adalah dogma sesat konsili Nicea.

Dokuman pemalsuan Alkitab (Amandemen firman Tuhan)
Sejarah paling memilukan, (amandemen firman Tuhan) telah terungkap: Pemalsuan Alkitab yang terdapat pada Injil Yohanes, Lukas, Markus, Matius. Kita bahas satu persatu dimulai dari Yohanes: Pasal 1 ayat 1 dan 14 dalam buku “The five gospels” yang di terbitkan oleh Harper, Sanfransisco, yang di komentari oleh Robert W. Funk dan Roy W. Hofer, ternyata ayat-ayat tersebut tidak masuk dalam kategori ucapan Yesus yang di seminarkan.
Di Indonesia ada empat Injil yang di akui Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Di  Amerika sekitar tahun 1993 di Sanoma, California di sponsori oleh “West Star Institute”, Injil itu diseminarkan oleh sekitar 76 orang ahli dari berbagai kalangan sarjana Kristen dan Ilmuwan Kristen, yang berkaliber selama 7 tahun.
Seperti guru besar dari universitas terkenal di dunia Para ahli ilmu theologi Katholik dan Protestan, ahli kitab suci, ahli bahasa Ibrani dan lain-lain yang semuannya tidak ada orang Islam. Injil yang diseminarkan ada 5 yaitu Injil Marcus, Mathius, Lucas, Yohanes dan Thomas. Kelima Injil tersebut yang bernama “The Five Gospels”
Di seminarkan dalam rangka mengklasifikasikan sabda Yesus. Maka dalam “Cover the five gospels” tersebut tertulis “What did yesus really say? The search for the authentic words of Jesus,” (apa yang benar-benar Yesus ucapkan dan mencari ucapan asli dari Yesus) dan dalam seminar tersebut ternyata Yohanes pasal 1 ayat 1, dan 14 tidak masuk kategori yang di nilai/yang di seminarkan. Pernyataan dari 76 ahli, dalam berbagai kalangan dari seluruh dunia, dalam seminar tentang ayat Alkitab yang merupakan sabda Yesus yang sebenarnya. Sungguh mengejut-kan dunia, khususnya di kalangan umat kristiani, sebab 82 % isi Injil bukan benar-benar di ucapkan Yesus, berarti hanya 18 % saja Injil yang di anggap ucapan Yesus.
Lebih ironis lagi dari semua injil-injil yang di seminarkan tersebut  Injil  Yohanes termasuk yang hampir 100%, di anggap bukan ucapan Yesus, dan hasilnya sangat mencengangkan. Tidak ada satu ayatpun dalam seluruh Injil Yohanes, yang di cetak huruf red/merah, huruf pink hanya ada satu, kemudian huruf gray hanya ada empat.
Perincian perincian khusus Injil Yohanes sebagai berikut:
Red : That is Yesus : itu kata Yesus, tidak ada satu ayat pun yang di cetak merah berarti tidak ada satu ayat pun yang di anggap ucapan Yesus.
Pink : Sure sounds like Yesus : sabda yang mirip kata yesus hanya ada satu ayat saja yaitu Yohanes 4 : 43
Gray : Well maybe : kemungkinan kata-kata Yesus atau yang lainnya (fifty fifty). yaitu pada Yohanes: 12 ayat 24, 25, 26 dan Yohanes 13 ayat 20
Black : (Yesus did not say this there’s been some mistake) Selebihnya bukan ucapan Yesus : pemalsuan dan kesalahan.
Bayangkan saja Injil Yohanes, terdiri dari 21 pasal 878 ayat dan 19099 kata. Kalau red tidak ada, pink hanya satu ayat, gray empat ayat, berarti sisanya black (bukan ucapan Yesus) ada 878 ayat.
Wiliam Barclay dalam buku “The Daily Bible Study That Epistles of John and Jude,” menjelaskan: “Ayat ini tidak muncul dalam manuskrip Yunani yang lebih muda dari abad ke 14. Manuskrip-manuskrip yang besar, termasuk pada abad-abad  ke-3, ke-4, dan ayat ini tidak terdapat di dalamnya. Tidak ada satu orang pun dari bapak-bapak gereja besar yang mengetahui adanya ayat ini, orang pertama yang mengutipnya adalah seorang bidah spanyol yang bernama, Priscilian yang meninggal tahun 385 Masehi. Sesudah ayat ini menyelinap masuk ke dalam Teks-teks latin dari Perjanjian Baru” (Edisi Indonesia Pemahaman Alkitab setiap hari: Surat-surat Yohanes dan Yudas hlm. 185-187)
“The Holy Bible New International Version” dalam komentarnya menyebutkan “Late manuscripts of the vulgate testify in heaven : the father, the World and the holy spirit, and these three are one. And ther there are there that testify on earth: the (not found in any greek manuscript before sixteenth century).” (hlm. 1242)
(Manuskrip yang paling tua dalam naskah “Vulgate” di dalam sorga: “Bapa, Firman dan Roh kudus: dan ketiganya  adalah satu dan tiga yang memberi kesaksian di bumi” tidak ditemukan sebelum abad ke 16)
Jerry Falwell, tokoh Kristen radikal terkemuka di Amerika serikat, dalam bukunya “Liberty Comentary” menjelaskan : “The rest of verse 7and fist nine words of verse 8 are not original and are not to be considered as apart of the words of god” (halaman 2638)
“Kalimat terakhir  pada ayat 7 dan sembilan kata pertama di ayat 8 adalah tidak asli, dan tidak bisa dianggap sebagai firman Tuhan”
M. E. Duyverman dalam buku Pembimbing ke Dalam Perjanjian Baru: “Menurut salinan tertua jalan kalimatnya adalah begini: karena tidak menjadi saksi, yaitu Roh air dan darah .. rupanya tambahan mulai terbubuh sebagai keterangan pinggir kalimat: penyalin kemudian memasukan kedalam bunyi nas, karena mereka berpikir ini adalah perbaikan penyalin lama, sampai kini hal itu masih terjadi,” pada halaman 145.
Kemudian ayat apa lagi yang dipalsukan oleh tangan-tangan  jahil bapak gereja, berkenaan keyakinan Trinitas , yaitu Mathius (28:19) “Karena itu pergilah jadikanlah semua bangsa muridku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh kudus.”
Di bab “Runtuhnya Teori Trinitas” kami sudah bahas panjang lebar tentang kejanggalan ayat ini, tetapi disini kami akan membuka data-data ilmiyah berkenaan dengan pemalsuan ayat tersebut.
Para teolog barat yang obyektif sepakat mengakui bahwa Mathius 28: 19 adalah PALSU, karena Injil Mathius pasal 28 seharusnya berakhir sampai dengan ayat 15 yang berbunyi:
“Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang di pesankan pada mereka. Dan cerita ini tersiar diantara orang Yahudi sampai sekarang ini menjadi ceritera sampai puluhan tahun.
Hugh J. Sconfield, seorang profesor ilmu Perjanjian Baru pemenang hadiah nobel tahun 1959, dalam bukunya “The Original New Testament” menyatakan sebagai berikut: “This (Mathew 28:15) would appear to be the end of the Gospel of Mathew what follows 9 Mathew28:16-20) from the nature of what is said would then be a latter addition.” (profile bisa di lihat http.//en wikipedia.org/wiki/hugh_J_scohnfield)
Robert Funk, seorang Profesor ilmu Perjanjian Baru dari Universitas Harvard, dalam buku “The Five Gospels” mengomentari ayat-ayat tambahan itu sebagai berikut: “Amanat agung dalam Mathius 28: 18-20 di ciptakan oleh penginjil” memperlihatkan ide untuk menyebarkan ajaran Kristen ke seluruh Dunia, dan Yesus sudah bisa dipastikan bukan pendiri lembaga ini, dan sangat tidak mungkin memiliki gagasan ini, ayat ini justru bertolak belakang dengan apa yang diucapkan/perintahkan oleh Yesus: profile bisa dilihat di  http://www.boston.com/news/globe/obitua.s_seminar/)
Kemudian pada Markus 16: 9-20.
(Markus 16:15) lalu ia berkata pada mereka : “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah injil kepada segala makhluk.”
16: 16: “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan di hukum.”
Lagi-lagi ayat tersebut AYAT  PALSU!!
Jadi menurut mereka Yesus memerintahkan untuk meyebarkan Injil untuk seluruh makhluk. Tapi setelah di selidiki, ternyata ayat diatas AYAT PALSU. Kitab Markus 16 ternyata hanya sampai ayat 8.
Seandainya orang yang membaca ayat tersebut kritis sesungguhnya sudah terasa kejahilan dan kebodohanya. Selain ayat tersebut menjadi blunder/kontradiktif, dengan ayat  Markus lainnya. Dikatakan, “Sampaikanlah Injil itu ke “Seluruh Makhluk,” (tidak masuk akal) berarti termasuk tumbuhan, hewan, orang gila, dll. Nampaknya si pemalsu ayat ini belum begitu profesional.
E Alkitab Markus pasal 16 yang diterbitkan lembaga biblika Indonesia, yang di cetak oleh percetakan Arnoldus, Ende 1986/1987, pada catatan kakinya berbunyi:
“Dengan singkat. Bagian ini hanya terdapat beberapa naskah, nampaknya baru dalam Abad ke dua, ayat ini masuk ditambahkan dalam Injil Markus. Pada bagian akhir Injil Markus 9-20, bercerita mengenai penampakan Yesus ini memang termasuk kitab suci, tetapi ini tidak termasuk Injil Markus yang asli.
E Pada The Cristian Counselor’s New Testament, Markus 16 berakhir pada ayat 8. Kemana ayat 9-20? Pada akhir kalimat terdapat catatan kaki:
s “These verse are omited by better MSS. An alternatif shoter ending is found in same” yang terbaik. Penutup lebih pendek seperti ini (Markus 16 berakhir pada ayat 8) bisa ditemukan pada beberapa versi lainya.
E Pada The Holy Bible New International Version, pada catatan kaki ayat 8 berbunyi:
s “The two most reliable early manuscripts do not have Mark 16: 9-20.”
E Wajib anda ketahui “DUA MANUSKRIP INJIL MARKUS PALING TUA TIDAK MEMILIKI MARKUS, Ayat 16: 9-20.”
s “Serious doubts exists as to whether theses verses belong  to the Gospel of Mark.They are absent from important early manuscripts and display certain peculiarities of vocabulary,style and theological content that are un like  the rest of mark. HIS GOSPEL PROBABLY ENDED AT 16: 8 OR ITS ORIGINAL ENDING HAS BEEN LOST. (From the NIV Bible foot Notes, page 1528)”
E Kata Herman Bakel dan Dr A. Powel Davies, “Injil Matius 28: 19 dan Injil Markus 16: 9-19 adalah sisipan. Bacalah bukunya: (“Hashem” Jawaban Lengkap Kepada Pendeta  Dr. J. Verkuyl,” terbitan JAPI, Surabaya, tahun 1969, halaman 94)
E Kitab Perjanjian Baru ini, pada pemerintahan Konstantin harus di revisi beberapa kali (Marjorie Bowen, The Church and Social Progres, halaman 4-6)                            
E Dan barang siapa yang menyimpan tulisan-tulisan Arius, atau buku-buku tentang monotheisme, akan dimasukan dalam penjara atau dibunuh. (Edward Gibbon, The History of The Decline and Fall of The Roman Empire, vol. 2 hal. 693)
E Injil Matius, diambil dari nama pendeta Matius dari gereja Alexandria Mesir dalam bahasa Hebrew.
E Injil Matius, Lukas, Markus, Yahya dikarang sekitar 20-50 tahun setelah Yesus tiada/“wafat” mereka tidak pernah bertemu dengan Yesus.
E Mulai tahun 1582 di Rheims, Injil diterjemahkan dari bahasa Latin, berdasarkan Bible versi Tyndale (yang digunakan gereja Katolik Roma) juga dikenal sebagai “Roman Catholik Version”, ini merupakan versi Bible yang tertua yang di kenal.
E Sejak itu sebanyak empat kali, terjemahan telah di buat pada tahun 1611. King James 1 telah memerintahkan, supaya dilakukan penulisan ulang karena terdapat pertentangan yang meragukan dalam versi penulisan ulang ini.
E Kini dinamakan King James Version (KJV) yaitu dengan tidak memasukan 7 buku kecil (bab). Versi ini selanjutnya dirilis ulang pada tahun 1881 dan diperbaharui pada tahun 1952 dan 1971. Kedua versi terakhir ini di namakan Revised Standart Version (RSV) oleh percetakan Collins (England). Oleh pihak RSV melaporkan bahwa meskipun begitu versi King James memiliki banyak catatan cacat yang serius, karena terlalu banyak catatan cacatnya, maka penulisan ulang harus di ulang.
Kalau menyikapi hasil riset di atas, kami tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ilmuwan (orang-orang hebat) Katholik dan Kristen yang berkaliber, secara seksama dan dalam jangka waktu yang cukup lama pula, telah melakukan penelitian dengan penuh kehati-hatian serta mengerahkan segenap kemampuan mereka, kemudian hasilnya seperti di atas telah kita ketahui bersama, banyaknya kesalahan berupa pemalsuan ayat-ayat dalam Al-kitab dan lebih ironisnya lagi, sebagian besar ayat masuk kategori black, maka hal yang sangat wajar apabila terjadi pertentangan atau kontradiktif, antara ayat satu dengan ayat lainya. Antara firman dan sabda, kemudian Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru. Sungguh ini adalah sebuah fakta ilmiah yang telah terbukti, dan tidak bisa di bantah.

Mengungkap fakta kebenaran lewat kain kafan Yesus.
Yesus masih hidup ketika di tiang salib hingga di kafani.
Dan adalah kebohongan yang paling keji di sepanjang  zaman bagi umat Kristiani, tentang kematian Yesus ditiang salib. Berikut kami sampaikan bukti-bukti authentiknya.
Sejak tahun 1969, Profesor Max Frie, seorang ahli kriminolog yang termasyhur, dan menjabat direktur Laboratorium Kepolisian Zurich, telah memeriksa “kain kafan” dari Turin untuk meneliti serbuk-serbuk yang melekat padanya.
Setelah bertahun-tahun mengadakan penganalisaan secara seksama dan teliti, dengan menggunakan peralatan modern mutakhir, akhirnya dapat menemukan gambaran yang mendetail mengenai sejarah dan asal-usul kain kafan tersebut. Khususnya dia telah menemukan benih-benih yang sangat kecil yang terdiri dari biji-bijian yang sudah memfosil.
Setelah mengadakan pengujian secara teliti, ternyata biji-bijian tersebut berasal dari tumbuh-tumbuhan yang hanya terdapat di Palestina saja, sekitar 20 abad yang lampau.
Kesimpulan dari penelitian yang dimulai tahun 1969, dan atas perintah gereja, di catat oleh suatu press telah disebarkan permulaan tahun 1976, mengatakan “setelah diadakan penelitian selama 7 tahun,” mengenai kain kafan yang membungkus tubuh Kristus. Banyak para sarjana  mendapati kesimpulan, bahwa: Yesus telah dibawa ke makam dalam keadaan masih hidup, para ahli menguatkan pernyataan itu, bahwa kain kafan suci yang disimpan di Turin tersebut diselimutkan  ketubuh orang yang disalib, yakni yang menderita itu sungguh sama, seperti apa yang di derita oleh Yesus. (mengacu pada sejumlah bukti yang tertulis dalam Al-kitab) tetapi dinyatakan bahwa, orang yang disalib itu tidak mati di kayu salib. Melainkan di makamkan sewaktu ia masih hidup, 28 noda darah di kain kafan itu membuktikan hal ini.
Mengenai catatan-catatan kain kafan di Turin tersebut kembali ke abad 9, ketika itu berada di Yerusalem. Pada abad ke 12 ada di Konstatinopel, dan pada tahun 1474 setelah dalam waktu singkat ada di Belgia, kain kafan itu menjadi milik Rumah Keselamatan. Dan pada tahun 1535 dipindahkan ke Turin sampai 1578, dipindahkan ke Vercelli, lalu ke Milan, lalu ke Nice, dan kembali lagi ke Vercelli, kemudian kembali ke Chambrey, kemudian dikembalikan lagi ke Turin pada tahun 1706. Pada tahun 1946 Hubert 2 dari Bala Keselamatan,  mempercayakan kain kafan itu kepada Uskup di Turin untuk dirawat.
Foto-foto pertama dari kain kafan itu diperoleh pada tahun 1898. Foto-foto resminya telah diambil oleh G. Enrie pada tahun 1931, ketika penelaahan kain itu di mulai. Pada tahun 1957 buku Kurt Berna yang berjudul “Jesus Nicht am Kreusz Gestorben,” ( Yesus tidak wafat di kayu salib). Berna adalah seoerang Katholik dan sekretaris Institute Jerman di Stutgart, yang sejak beredarnya foto-foto G.Enrie telah mempelajari kain kafan tersebut secara intensif. Hasi-hasil penelaahan kain itu telah disebar-luaskan oleh Berna sendiri dalam bentuk dua buku, yakni: “Das Linen” (kain kafan) dan “Jesus Nicht am Kreuz Gestorben”, buku-buku tersebut khususnya yang kedua, pada jangka penyebarannya telah menggemparkan dan menjadi ajang pertentangan yang sungguh hebat.
Pada tanggal 26 februari 1959, Berna menulis sepucuk surat kepada Paus John XXIII memohon kepadanya untuk membentuk suatu panitia Dokter, untuk menyelidiki kain kafan tersebut, dan tujuannya adalah untuk mengakhiri pertentangan mengenai persoalan tersebut.
Permohonan pertama ditolak langsung melalui  utusan Paus di Jerman; tetapi pada tahun 1969 Vatikan membentuk panitia yang hasilnya telah kita lihat dimuka tadi, yang ada kesimpulannya adalah sama seperti apa yang di kehendaki oleh Berna.
Berikut ini adalah surat Berna kepada Paus John:

Paduka yang mulia,
Dua tahun yang lalu, lembaga penelitian kain kafan suci Jerman telah mempersembahkan hasil-hasil penelaahan kain kafan yang disimpan di Turin, kepada paduka dan masyarakat luas.
Selama dua puluh empat bulan yang lalu itu, para ahli berbeda dari berbagai Universitas di Jerman, telah berusaha untuk tidak membenarkan penemuan-penemuan yang luar biasa tersebut, tetapi mereka gagal.
Walaupun begitu, mereka berdalih bahwa ilmu pengetahuan mereka memungkinkan mereka dengan mudah untuk tidak membenarkan kesimpulan-kesimpulan kami, namun akhirnya mereka mengakui kalah, dan sekarang mereka mengakui kembali dan bahkan menyetujui sah-nya penelaahan ini; dan memang hal ini penting sekali bagi kedua agama, yakni Yahudi dan Kristen. Kiranya sangat berlebihan dan tidak pada tempatnya disini untuk menyebutkan berapa banyak komentar- komentar, yang timbul di berbagai media masa internasional.
Karena tak seorang pun dapat mengingkari dengan yakin akan hasil-hasil penelitian tersebut, maka lembaga yakin bahwa penemuan-penemuan tersebut akan menimbulkan tantangan terbuka bagi seluruh dunia. Telah terbukti dengan meyakinkan, bahwa Yesus Kristus telah dibaringkan di kain kafan itu, setelah penyaliban dan pencabutan mahkota duri.
Penelaahan-penelaahan telah menetapkan dengan begitu pasti, bahwa tubuh orang yang disalib itu telah diselimuti dengan kain itu dan dibiarkan beberapa saat lamanya. Dari sudut pandang ilmu kedokteran, telah terbukti bahwa tubuh yang dibaringkan di kain kafan itu tidak mati karena jantungnya masih tetap berdenyut.
Bekas-bekas darah mengalir, keadaan ini sacara alami, memberikan bukti ilmiyah bahwa apa yang dinamakan hukuman mati itu benar-benar tidaklah sempurna (batal).
Penemuan ini mennggambarkan, bahwa apa yang diajarkan Kristen masa kini maupun yang dahulu TIDAK LAH BENAR.
Paduka ini adalah kesaksian ilmu pengetahuan tak dapat diingkari, bahwa penelaahan kain kafan suci sekarang ini sangat penting artinya, karena melibatkan ilmu pengetahuan (science) dan bukti sejarah. Foto-foto kain kafan suci yang telah dipersiapkan pada tahun 1931 dengan izin Paus Pius XI yang tegas. Menambah lengkapnya perbendaharaan untuk membuktikan benar tidaknya hasil –hasil penelaahan saat ini.
Untuk mambuktikan bila ini tidak benar, maka disini penting sekali mengemukakan pengujian-pengujian berikut ini:
A) Menggunakan percobaan kimia modern (yang di analisa oleh microskop dan dengan penelaahan-penelaahan semacam itu) pada bekas-bekas darah yang menetes, yang terdapat di kain kafan suci tersebut yang dihasilkan oleh hentakan-hentakan jantung yang masih tetap berdenyut.
B) Pengujian menggunakan sinar X dan sinar inframerah, serta sinar ultraviolet, maupun dengan menggunakan metode-metode modern lainya.
C) Didata dengan peralatan jam atom dan metode karbon 14.
Untuk menganalisa kain kafan dengan tepat, hanya diperlukan 300 gram. Ini tak akan merusak kain kafan suci, ia hanya memerlukan carikan 2 cm saja lebarnya, dari sisi kain itu, yang panjang kain itu 4,36 meter.
Dengan cara ini, bagian-bagian penting dari kain itu tidak akan rusak seluruhnya. Tak ada seorang kristen pun di dunia ini, kecuali paduka tentunya sebagai seorang Paus gereja, yang dapat mengurus barang pusaka suci itu.
Hasil-hasil penelaahan dan perwakilan-perwakilan lain yang hanya dapat menolak, apabila pengujian-pengujian ilmu pengetahuan diselenggarakan. Saya tidak mengerti apa dasar mereka, mengapa Gereja juga tidak mau memberi izin terhadap penelaahan-penelaahan kain kafan suci itu. Saya tidak percaya bahwa hal itu akan menyebabkan gereja merasa takut, mengapa harus begitu? Lembaga pun tidak perlu merasa takut, sebab hal itu mengemukakan penelaahan-penelaahan yang tulus dan suci, ia menggunakan metode-metode yang berlaku, dengan keyakinan penuh, kami dapat menyatakan bahwa tak seorang pun bahkan di dunia ini yang tidak dapat membenarkan (menolak) penemuan-penemuan itu, yang menimbulkan tantangan terbuka pada lembaga.
Sebagaimana telah digambarkan, hanya dengan menunjukan benar atau tidaknya fakta-fakta dan analisa-analisa ilmu pengetahuan saja yang dapat melengkapi hasil-hasil yang diharapkan. 
Mengingat penelaahaan yang luar biasa ini, kami dengan rendah hati memohon kepada paduka, untuk memberi perhatiannya, dengan demikian Gereja dapat membawa perkara ini kepada suatu kesimpulan. Sejumlah pengikut gereja dan masyarakat lain, dan mereka siap untuk menjawab panggilan apabila gereja berkenan.
Atas nama lembaga penelitian lembaga kain kafan suci Jerman dan rekan-rekan  yang berkepentingan dalam penelitian ini, kami sebagai penganut Katolik Roma, dengan ini memohon kepada paduka untuk memberikan izin hal tersebut karena pentingnya bukti-bukti yang mungkin bisa diperoleh.
Salam takzim pada paduka. 
Kurt Berna,
Penulis dan Sekretaris Katolik
Urusan lembaga penelitian Jerman.

Berna mengatakan analisa kain kafan tersebut menunjukan bahwa, kepala dan tangan Yesus diletakan lebih tinggi dari pada letak badannya. Andaikata Yesus telah wafat ketika di bungkus kain kafan tersebut, maka ini berarti  tidak mungkin ada darah segar yang mengalir pada bagian-bagian tersebut yang meninggalkan bekas pada kain kafan itu.
Oleh karenanya, Berna  mempertahankan pendiriannya, bahwa kain itu meninggalkan bekas-bekas darah yang mengalir, dari luka-luka yang disebabkan oleh mahkota duri, yang di pasang oleh orang-orang Romawi di seputar kepala Yesus sebagai symbol raja, yang mencemooh sebagai raja Yahudi, kemudian suatu ketika tubuh itu di turunkan dari kayu salib, mahkota itu pun dicopot, maka luka-luka yang disebabkan oleh duri-duri tersebut mulai berdarah.
Apabila Yesus telah wafat saat itu, maka semua darah pasti membeku di bagian bawah badannya. Sudah merupakan hukum alam, asalkan jantung terus menerus memompa maka darahpun akan terus beredar, bahkan sekalipun dalam keadaan hampa udara.
Apabila saat itu jantung berhenti berdenyut, maka darah pun akan berhenti beredar dan akan mulai kembali ke urat-urat pembuluh-pembuluh darah, di permukaan kulit akan segera mengering, dan rupa pucat kematianpun akan nampak di tubuh. Jadi darah segar pasti tak akan mengalir dari luka-luka di kepala Yesus, jika jantungnya berhenti berdenyut ini adalah bukti medis, bahwa Yesus tidak wafat ketika beliau di bungkus kain kafan itu. Mungkin beliau tidak bernafas dan nampaknya seperti mati, tetapi bila mana jantung tetap berdenyut, dalam keadaan demikian ini seseorang bisa hidup kembali.
Terlihat bahwa darah itu segar dan membasahi kain kafan itu. Ini menambah lengkapnya bukti bahwa jantung Yesus masih tetap aktif ketika beliau diturunkan dari kayu salib. Kain kafan itu juga menambah lengkapnya bukti dimana tombak yang digunakan prajurit Romawi, untuk menguji apakah Yesus sudah wafat ataukah belum, ia menancap dan jatuh dari tubuh beliau bekas-bekas darah menunjukkan bahwa tombak menembus dada sebelah kanan, diantara tulang rusuk yang kelima dan ke enam dan menerobos ke sebelah atas lengan kiri dan membuat sudut 20 derajat. Oleh sebab itu tombak itu lewat dekat jantung tetapi tidak melukainya.
Darah dan air yang dinyatakan dalam Injil Yahya 19: 34, memberikan bukti kepada kita bahwa darah itu mengalir dari luka dan bukan dari jantung, ini menunjukan bahwa jantung masih tetap berdenyut sekalipun lemah, dan karenanya Yesus masih tetap hidup.

kain kafan Yesus

Namun Paulus, mencatat dan menjadikan doktrin bahwa Yesus mati di salib dan kemudian bangkit kembali, dan doktrin inilah yang di perkuat oleh gereja Kristen. Oleh sebab inilah hasil-hasil penelitian kain kafan Turin membuat gereja dalam keadaan serba sulit.
Akibatnya pada tangkal 30 Juni 1960, Paus John XXII mengeluarkan maklumat yang dicetak koran Vatikan: “L’Osselvatore Romano” pada tanggal 2 Juli dengan judul “Keselamatan Sempurna Tubuh Yesus Kristus”.
Kesimpulan yang kita bisa ambil ialah ayat- ayat Alkitab yang menyatakan Yesus akan mati di kayu salib, merupakan nubuat dari Yesus ini adalah omong kosong, kemudian pernyataan Rasul Paulus di ayat Roma 3:21. 7:4 7:6 5:12.23-24. Galatia : 13 dan Korintus. Surat-surat Paulus tersebut menyatakan, hukuman salib sebagai penebus dosa umatnya dan penghapus hukum Taurat. Hal ini adalah kebohongan yang sangat FATAL!! Kebohongan atas nama TUHAN. Karena pernyataan ini lah kemudian menjadi dasar keimanan umat Kristiani akan penebusan dosa dan menghapus hukum Taurat, digantikan dengan penyalibannya Yesus.
Sebagaimana pada bab sebelumnya yang sudah kami jelaskan tentang Penyaliban Yesus, disitu sangat jelas Yesus  menolak: dengan berdoa, mempersiapkan perlawanan bahkan sampai meronta, apakah ini yang disebut sebagai pengorbanan? Kemudian dengan fakta ilmiah bahwa Yesus ternyata tidak mati di tiang kayu salib, maka sempurnalah kegagalan, keyakinan tentang penebusan dosa di kayu salib BATAL demi hukum, karena jelas tidak ada yang mati di kayu salib.
Fakta yang lain ialah Yesus ditiang salib hanya beberapa jam saja, padahal hukuman salib ini adalah suatu proses kematian yang cukup lama, terbukti waktu itu bersama Yesus ada 2 orang yang ikut di salib, dan terbukti kedua orang itu fisiknya masih segar.
Kalau penyaliban Yesus saja sudah bermasalah maka kebangkitannya jauh lebih banyak kejanggalannya, dan kami sudah kupas pada bab sebelumnya. Kami hanya menyampaikan data secara ilmiah tidak ada niat untuk menghujat atau menyakiti pihak lain.
Dari uraian di atas kami mendapat kesimpulan 
1) Yesus mati dengan di selimuti kain kafan, sebagaimana orang Muslim, lantas kenapa umat Kristiani sekarang, malah dengan pakaian-pakaian mewah, layaknya seorang pengantin?
 2) Kita ketahui bersama bahwa pihak gereja menolak diadakan penelitian ke dua pada kain kafan Yesus, ini membuktikan arogansi Gereja masih tetap ada. Mereka menjalankan ajaran agamanya hanya berdasarkan dogmatisma belaka, sesuatu yang telah terbukti sercara sah, “ilmiyah dan faktual” didepan mata namun mereka tetap saja, tidak menggubrisnya. Hal ini mengingatkan kami pada kasus Copernicus, yang di hukum mati oleh pihak gereja padahal Dia 100 persen benar.
3) Mari kita renungkan untuk kesekian kalinya, bapak-bapak gereja menunjukan arogansinya, padahal mereka berpijak di atas kedustaan dan kesesatan. Ini adalah fakta ilmiyah yang tidak bisa di bantah. Masihkah kita akan mengikuti mereka? Jika demikian niscaya kita termasuk orang-orang yang celaka.

Sejarah yang menggemparkan Kristen yaitu menguak misteri naskah Laut Mati 
Oleh Prof. Dr. Barbara Thiering, adalah seorang pakar Kristiologi, dari University of Sydney, Australia. Pengkajian arkeologis tersebut selama 20 tahun dan menghasilkan penelaahan sebagai berikut:
Inti terpenting dari hasil kajian naskah laut mati ialah: Yesus sebagai seorang manusia yang pernah ada dalam sejarah dan bukan sosok imajener yang kemudian dimitoskan dan disembah.
Pada pertengahan abad 20, sekitar setengah abad yang lalu terdapat dua penemuan arkeologi yang menggemparkan bagi dunia Kristen:
1). Penemuan tex Injil Thomas di Nag Hamadi-Mesir, pada tahun 1945. Dua tahun setelahnya tahun 1947 terjadi penemuan ke dua, berupa gulungan manuskrip di Qumran, dekat Laut Mati (The dead sea scrolls). Bagi sebagian orang dua peristiwa besar ini juga penemuan-penemuan arkeologis lain yang berkaitan sejarah kehidupan Yesus. Sebab dua penemuan tersebut tidaklah barhenti sebatas penemuan arkeologi, namun berlanjut pada kajian-kajian yang berpengaruh pada mainstream kehidupan beragama, bagi pemeluk agama tertentu (kristiani) yang pada gilirannya, mempengaruhi hubungan antar agama, khususnya kedekatan pemahaman theologis. Kajian-kajian tentang "The dead Sea scrolls" amatlah banyak, diantaranya yang membuat geger dunia kristen adalah laporan Prof. Dr. Barbara Thiering, dalam bukunya, "Jesus the Man."
Dari penelitian selama 20 tahun terhadap naskah Laut Mati, Prof. Dr. Barbara Thiering, mampu menyuguhkan sosok Yesus sebagai seorang manusia, yang menikah dan secara umum kajian terhadap naskah Laut Mati, lebih menempatkan Yesus sebagai sosok manusia yang berkeluarga. Hal ini sesuai dengan QS. Ar-Rad: 38. (Ayat ini menjelaskan: para Nabi adalah sosok manusia biasa yang berkeluarga)
Ayat-ayat Al-kitab yang menyatakan pernikahan Yesus
Injil Markus 14: 3, Yohanes 12: 3, Lukas 7:37.
Markus 14:3, "Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkan leher buli-buli itu, dicurahkan minyak itu ke atas kepala Yesus."
Yohanes 12:3, "Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya, dan bau minyak semerbak di seluruh itu."
Hubungan istimewa Yesus dengan Maria Magdalena, berabad-abad di bantah oleh gereja, bahkan Maria Magdalena di fitnah sedemikian rupa, dengan mengatakan bahwa dia seorang perempuan pendosa. Lihat Lukas 7: 37.
"Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi."
Tapi lanjutkan dengan membaca Ayat yang ke 38:
Lukas 7: 38, "Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus, dekat kaki-Nya lalu membasahi kakinya itu dengan air matanya, dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia menciumi kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu."
Seorang perempuan yang mencurahkan minyak wangi ke kepala, kaki, dan menciumi lelaki tersebut, ini adalah upacara perkawinan bangsawan Yahudi di zaman dahulu.
Sedang klaim fitnah yang mengatakan Maria adalah perempuan berdosa, yang meminta ampun kepada Yesus adalah sama sekali tidak berdasar. Ini adalah perbuatan gereja yang berusaha menutupi fakta sejarah bahwa Yesus sebenarnya pernah menikah di Kana'an.Untuk lebih jelasnya dalam buku Prof. Dr. Barbara Thiering yang berjudul "Jesus The Man"  mengatakan:
"Pernikahan Yesus dan Maria Magdalena sangat jelas, kelihatan dari kata-kata di dalam Injil (seperti terlampir diatas) karena seorang perempuan yang mencium laki-laki yang bukan muhrimnya, hukumanya adalah hukuman mati." (Menurut ajaran Taurat: dan Yesus menganut dan menggenapi ajaran Taurat.)
Dalam masyarakat Yahudi tidak akan pernah ada seorang perempuan yang dengan sekonyong-konyong datang menciumi seorang lelaki yang bukan muhrimnya, karena perbuatan itu hukumnya adalah hukuman mati, dan lebih dari itu Yesus adalah seorang bangsawan keturunan Raja Daud.
Mengapa Maria Magdalena yang menciumi Yesus yang bukan muhrimnya tidak di hukum mati?
Jawabnya: jelas karena Yesus dan Maria Magdalena sedang melaksanakan upacara pernikahan.
Coba anda cermati kronologi ayat-ayat diatas. Markus 14:3 oleh Maria Magdalena, minyak itu di tumpahkan ke kepala Yesus. Yohanes 12: 3, Maria Magdalena meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya. Lukas 7: 38, kemudian Maria magdalena menciumi kaki Yesus, dan lihatlah Yesus juga tidak melarang/menghardik/atau menolaknya.
Dan telah kita ketahui bersama hukum zina dalam Al-kitab, bukankah Yesus pernah bersabda, Matius 5:27, "Kamu telah firman jangan berzina". 5: 28: "Tetapi aku berkata kepadamu: setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya dengan dia di dalam hatinya." 5: 29, "Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkilah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, daripada tubuhmu dengan utuh dicampakan kedalam neraka."
Lihatlah betapa kerasnya hukum kitab ini, bahkan ZINA DALAM HATI bagi Allah imijinasi seksual pun termasuk  zina. Dengan demikian, maka sangat jelas orang yang mencium kaki Yesus, meminyaki kepalanya, menyeka dengan rambutnya adalah istrinya, karena dalam Al-kitab baru melihat saja hukumanya di cungkil matanya.
Kemudian dalam hal ini yang diperdebatkan adalah Maria Magdalena atau Maria yang lainya. Di ayat Lukas 7: 37 jelas tertulis Maria pendosa, (fitnah) maka pasti yang dimaksud adalah Maria Magdalena. Andai toh bukan Maria Magdalena, hal ini adalah sebuah kronologi hubungan suami istri, jika bukan pasangan suami istri maka perbuatan diatas tersebut, terancam hukuman mati (rajam).
Dan apa yang disampaikan oleh Bapak Gereja, bahwa Maria Magdalena seorang pendosa, yang meminta ampun kepada Yesus. Adalah fitnah yang tak berdasar, tidak ada dalam kitab atau tradisi apapun, sejak zaman kapanpun.Orang yang meminta maaf, menumpahkan minyak wangi, di kepala Yesus, meminyaki kakinya dan menyekanya dengan rambutnya serta menciumi kakinya dan Yesus tidak pernah mengajarkan memohon ampun dengan cara demikian. (sekali lagi ini adalah upacara pernikahan Yesus) atau paling tidak yang melakukan adalah ini adalah istri Yesus.Dan sudah kesekian kalinya Bapak Gereja melakukan kebohongan dan hal ini telah menjadi kebiaasannya.
Dan sesungguhnya ada ratusan lebih kitab injil yang beredar, tetapi Gereja hanya menggunakan 4 kitab Injil kanonik saja, dan lainya di tolak karena menceritakan sisi kemanusiaan Yesus, hal ini di anggap apokrifa bagi gereja karena meruntuhkan keimanan akan ketuhanan Yesus. Berlawanan dengan dogma Gereja.Coba silahkan buka Injil Philip.
"There were there who always walked with the Lord: Mary is Mother and sister and Magdalena, the one who was called his companion of the (saviour was) Mary Magdalena. (he loved) her mora than all the disciples and used to kiss her often on her mouth. The rest of the disciples said to him, why do you love her more than all of us?' The Saviour answered and said to them, why do I not love you like her...?" (59, 6-12; 63, 32-64, 5)
"Ada 3 orang yang selalu berjalan bersama Yesus: Maria ibundanya dan Maria saudara Ibunya, dan Magdalena, yang disebut sebagai pasangannya? Dan pasangan dari sang juru selamat (Saviour) adalah Maria Magdalena. Dia mencintainya, melebihi cintanya kepada murid-murid yang lain, dan sering mencium dimulutnya. Murid-murid yang lain berkata kepadanya: "Kenapa engkau lebih mencintainya dari pada kami??" Sang juru selamat menjawab dan berkata: "Kenapa aku tidak mencintai kalian seperti mencintai dia....??' (59, 6-12; 63, 32; 64, 5)
Kemudian tentang pernikahan ini juga dapat ditemukan dalam Kidung Agung 1: 2-3:
"Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat daripada Anggur,
1:3, "Harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu..."
 Dan data data tentang keberadaan Laut Mati, sebagai tempat tinggal Yesus juga diabadikan dalam Al- Qur'an surat Al-Mu'minun [23]: 50, "Dan kami jadikan Isa putra maryam beserta ibunya suatu bukit yang nyata bagi kekuasaan kami, dan kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi, yang datar yang terdapat banyak padang-padang rumput, dan sumber-sumber air bersih yang mengalir."
Dimanakah tempat yang dimaksud ayat ini?? Seperti dikutip HM. Yusuf Suib. PT Al-Husna Zikra, 1994 diantara para pakar merujuk bahwa tempat itu adalah tempat dataran tinggi pada bukit sebelah barat Laut Mati, Palestina yaitu biara tempat kediaman sekte Esenes. Tempat ini dikenal dengan bukit Qumran.
Data tentang Laut Mati ini seakan banyak yang tidak diungkap, namun penyembunyian ini berakhir ketika sebuah lembaga penelitian di California, yang menyimpan empat set fotografi koleksi The Dead Sea Scrolls, mulai mengizinkan para sarjana yang berkepentingan untuk meneliti, bahkan Frank Moore Cross, edisi naskah gulungan Laut Mati, dan seorang pakar bahasa ibrani di Harvard university mangatakan: bahwa misteri yang aneh di sekitar Al-kitab yang menjadi apokrifa bagi pemeluk Katolik dan Protestan.
 Dikutip dari: Ar Muhammad Ataurrahim.
Mistery Yesus dalam sejarah, Redaksi: Pustaka Dai,1994.

Yesus beristri
Para Pakar theology, dan Profesor ilmuwan Kristen barat menyatakan bahwa Yesus menikah
Prof. Barbara tidaklah satu-satunya ilmuwan yang menyimpulkan pernikahan Yesus, Prof. Thomas Hollis pendiri The Hollis Chair of Divinity dari Harvard Divinity School di Cambridge Massachuttes, ia tak main-main mendasarkan pendapatnya pada temuan secarik Papyrus (tanaman yang dikenal sebagai bahan untuk membuat kertas pada zaman Mesir kuno yang berukuran sekitar 3,8 X 7,6 cm. ditulis dalam bahasa koptik kuno, bahasa orang kristen Masir, “Yesus berkata kepada mereka, istri saya”.
King meyakini bahwa kata-kata di Papyrus coklat kekuningan itu otentik berasal dari abad ke 4 masehi.  Kemudian temuan Roger Shaler Bagnall, Direktur The Institute for the Study of the Ancient World (ISAW)/(Lembaga Penelitian Dunia kuno) di New York meng-amini. Ia percaya  bahwa fragmen yang disebut King sebagai The Gospel of Jesus's Wife, itu adalah benar-benar otentik.
Prof. Karen Leigh King, di hadapan Conggres of Coptic Studies di Roma, Selasa (18/9/2012) King menyimpulkan bahwa orang-orang Kristen awal meyakini bahwa Yesus telah menikah. Simcha Jacobivici yang terkenal melalui program The Discovery Channel's TV yang berjudul "The Jesus Familly Tomb" ia menampilkan bukti-bukti kuat mengenai hubungan yang romantis Mary Magdalena dan Yesus.
Setelah berita pernikahan Yesus ini menjadi head line di berbagai media internasional, Vatikan buru-buru membantah tanpa dasar, menyatakan bahwa Papyrus itu palsu. Meskipun tes orisinalitas terhadap papyrus itu belum selesai melalui situs pemberitaan resminya L'Obsservatore Romano" pernyataan Vatikan tak berdasar itu juga dimuat Washington Post (28/9/2012) mengutip koran resmi Vatikan. Bantahan ini terlalu dini dan justru memalukan.  
Dalam sejumlah karya antara lain film "The Last Temptation of Crist," ditulis oleh Paul Schrader, buku "Holy Blood, Holy Grail" ditulis oleh Michael Baigent, Ricard Leigh dan Henry Lincoln  serta buku "The Da Vinci Code" oleh Dan Brown juga memaparkan hubungan Yesus dan Maria Magdalena.
Kemudian Maggy Whitehouse: seorang theolog dan ahli metafisika dalam bukunya "The Mariage of JESUS: The Lost Wife of the Hidden Years." Bahkan Maggy menantang barang siapa yang berkeyakinan Yesus tidak menikah maka tunjukanlah satu ayat saja, dalam Al-kitab manapun yang mengatakan bahwa dia tidak menikah. Berikut pernyataan dari Maggy: "Tidak ada bukti Alkitabiah manapun yang mengatakan bahwa Yesus tidak menikah.."
Kemudian Prof. Dr. Barbara Thiering mengungkapkan dalam bukunya "Jesus dan The Riddle of The Dead Sea Scroll" Harper, San Fransisco, New York 1992. Di buku ini di jelaskan kronologi perkawinan Yesus. Perkawinan yang pertama adalah kawin gantung yang diselenggarakan pada hari Jum'at tanggal 22 September 30 M bertempat di Ain Feshkah.
Fakta pernikahan Yesus terdengar miris bagi orang yang memerpertuhankan Yesus, Mengapa terhadap berita pernikahan Yesus umat kristiani mati-matian menentang keras jika Yesus benar menikah, Lantas Anak istrinya serta keturunanya, apakah memiliki titisan inkarnasi Ilahi?? Pernikahan Yesus ini sajalan dengan Al-Qur'an (QS. Ar Ra'd:38) (Ayat ini menjelaskan: para Nabi adalah sosok manusia biasa yang berkeluarga.
Dan untuk kesekian kalinya Gereja membantah fakta-fakta ilmiah. Semenjak ilmuwan-ilmuwan terdahulu, pada abad ke 15 Galileo, dll, sampai pada ilmuwan abad ini, tetapi paling tidak hal ini menjadi wacana pencerahan bagi kita semua.

Dogma sesat gereja tentang teori geosentris 
Pada saat itu keyakinan para bapak-bapak gereja, berdasarkan Al-kitab ialah matahari mengelilingi bumi dan bumi berbentuk hamparan, tidak berbentuk bulat sebagaimana yang telah dibuktikan oleh para ilmuwan saat ini. Dogma gereja tersebut bertolak belakang dengan hasil penelitian-penelitian ilmiah kuno ataupun modern saat ini. Dan ketika itu dua ilmuwan cerdas, yaitu Niklaus Copernicus dan Galileo Galilei menjadi tumbal dogma sesat gereja yang diganjar hukuman mati dan seumur hidup
Sebagai dasar Teori Geosetris ini adalah ayat-ayat palsu Alkitab. Silahkan buka Alkitab Yoshua 10: 12, 13 menyatakan bahwa matahari dan bulan itu mengelilingi bumi yang dikenal dengan istilah Geosentris.
Yoshua 10: 12, “Lalu Yoshua berbicara kepada Tuhan pada Hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kapada orang Israel: Tuhan berkata di hadapan orang Israel, “Matahari berhentilah di atas Gibeon dan engkau Bulan di atas lembah Ayalon”
13 “Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam kitab orang jujur. Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira seharipenuh.”
Pengkhotbah 1
5 “Matahari terbit matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali.”
Mazmur 19:4, “Tetapi gema mereka terpancar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah dilangit untuk matahari.”
5, “Yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya”.
6, “Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindungi dari panas sinarnya”.
Kejadian 1:1-18, “Dimana matahari diciptakan pada hari keempat setelah adanya kehidupan.”
Berarti pusat tata surya adalah bumi menurut Alkitab, karena matahari baru di ciptakan setelah adanya kehidupan.
Teori sesat ayat palsu inilah yang menjadi latar belakang kematian dua orang ilmuwan cerdas Nicolaus Copernicus dan Galileo-Galilei dihukum seumur hidup.
Nicolaus Copernicus lahir 19 Februari 1473 di Touri kerajaan Prusia, wilayah kerajaan Polandia. Meninggal di Frombork pada tanggal 24 Mei 1543 (umur 70 tahun) alumni dari empat universitas yaitu: Krakow, Bologna, Padua dan Ferara. Dikenal karena Teori Heliosentris: matahari sebagai pusat tata surya. Dia adalah seorang matematikawan dan ekonom berkebangsaan Polandia. Ia juga seorang kanon gereja, gubernur dan astrologi.
Galileo Galilei lahir 15 Februari 1564, Pisa, Toscana, Italia. Meninggal pada 8 Januari 1642 umur (77 tahun) alumni universitas Pisa dan Padua, bidang astronomi fisika dan matematika. Pada tahun 1589 menjadi guru besar matematika di Universitas Pisa. Pada tahun 1592-1610 menjadi profesor matematika di Universitas Padua. Dia adalah orang pertama yang membuat teleskop astronomi. Terobosan baru yang dapat meruntuhkan argumentasi gereja yang menyebut dunia sebagai pusat alam semesta. Temuan Galileo berpendapat lain. Dia adalah pendukung Copernicus mengenai peredaran bumi adalah bulat, mengelillingi matahari, dan matahari sebagai system tatasurya.
Akibat teorinya tersebut dia dianggap merusak Iman. Adalah Tomaso Cacini dari gereja Roma yang mengecam pendapat Galileo, dan diajukan ke pengadilan gereja (pengadilan Inkuisisi) di Roma, Italia, tanggal 22 Juni 1633, karena pemikirannya tentang bumi adalah bulat bertentangan dengan dogma keimanan gereja. Kemudian di jatuhi tahanan rumah dan dikucilkan seumur hidup.
Dia adalah orang yang kurang beruntung setelah mati sekalipun ia mengalami kesulitan. Saat kematiannya pada tahun 1642, jasadnya tidak langsung dikubur tetapi tetap disimpan hingga Tahun 1737, kira-kira hampir seabad. Tak cukup hanya itu sebelum di kubur di gereja Santa Croce Florence, Italia, seorang bangsawan tega memotong ketiga jarinya itu, kemudian ke dua jari itu dimiliki oleh seorang dokter. Dan jari yang ketiga sepotong jari tengahnya saat ini berada di moseum sejarah ilmu pengetahuan di Florence, Italia, di pajang menunjuk ke langit di atas tiang marmer.
Tapi anehnya untuk menutup sejarah kelam gereja, Galileo baru diampuni gereja Katolik pada Oktober 1993 oleh Paus Johanes II. BBC News melaporkan. Coba anda simak padahal yang bersalah jelas adalah pihak gereja, kok malah mengampuni, seharusnya pihak gereja yang merevisi statementnya ke publik serta mohon maaf, kemudian merehabilitasi nama baiknya serta, mendoakan kebaikan yang seluasnya bagi Galileo-Galilei.
Dengan sikap ini justru membuktikan bahwa pihak gereja masih bersikap arogan, walaupun mereka jalas bersalah tetapi justru merasa benar dan suci. Padahal seluruh dunia sudah mengetahui masalah ini, namun mereka dengan tidak malunya mengeluarkan statement pengampunan pada Galileo.
Referensi: (J J O’Connor and E Frobertson, “Galileo-Galilei” The Mac Tutor History of Mathematics archive. University of St Andrews, Scotland.) dan Tribun Jabar edisi 25 Desember “Vatikan Akhirnya merehabilitasi Galileo-Galilei.”
Tetapi coba kita bandingkan dengan teks-teks ayat-ayat suci Al-Qur’an, yang mana fenomena ini telah dijelaskan sekitar 1400 tahun yang lalu, dan ini membuktikan bahwa Al-Qur’an  adalah murni firman Tuhan, bukanlah buatan manusia Muhammad SAW. Bagaimana mungkin di zaman itu yang tidak ada tekhnologi tetapi Al-Qur’an telah menjelaskan tentang misteri jagad alam semesta ini, tentang revolusi bumi, matahari, bulan bahkan pergerakan magma (inti panas bumi). Silahkan anda buka (QS. An - Naml ayat 88)
“Wahai muhammad, lihatlah gunung-gunung yang kamu sangka diam padahal gunung itu sebenarnya bergerak seperti awan, gunung dan awan adalah ciptaan Alloh, tuhan yang telah menjadikan semua makhluknya serba kokoh. Wahai manusia sungguh Alloh Maha Mengetahui secara cermat semua perbuatan yang telah kalian lakukan di dunia.”
Keterangan ayat diatas merupakan tanda-tanda atau petunjuk Alloh. Firman-Nya dengan kata kiasan dengan makna yang sangat luas, pertama menyatakan bahwa gunung itu tidak diam ditempatnya, tetapi bergerak, berdasarkan pakar geologi, menyatakan bahwa lempeng lapisan bumi juga bergerak, kemudian bergerak dalam hal ini juga meliputi apapun yang berada diatas bumi ini ikut bergerak, bahkan awan sekalipun ikut bergerak. Dan ayat diatas tertulis gunung bergerak sebagaimana bergeraknya awan, hal ini menunjukan berjalan dan berpindah tempat. (Revolusi bumi)
QS. Al-Anbiya ayat 33: "Dan dia telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan, yang masing-masing dari keduanya itu beredar pada garis edarnya.”
Sebelum ilmuan menemukan teori tentang revolusi bulan, bumi dan matahari. Alloh telah menjelaskanya jauh sebelum ditemukannya teropong dan tekhnologi, bahkan tentang revolusi matahari atau berputarnya matahari mengelilingi pusat galaksi.
Kemudian dalam QS. Al-An’am ayat 96 "Dia menyingsing-kan pagi dan menjadikannya malam untuk beristirahat, dan menjadikan matahari dan bulan untuk perhitungan waktu. Itulah ketentuan Alloh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”.
Kemudian Alloh menjelaskan berapa lamanya satu Tahun itu?
“Sesungguhnya bilangan bulan disisi Alloh ialah dua belas bulan....”(QS. At-Taubah [9]: 36)
Ayat diatas menjelaskan tentang pergantian waktu siang dan malam, serta bulan dan tahun, dari sebuah proses rotasi dan revolusi bumi yang telah di jelaskan di ayat sebelumnya, tentang pergerakan bumi, dan ayat diatas sangat sesuai dengan realita kehidupan kita sehari-hari, siang kita bekerja kemudian malamnya kita beristirahat.
“Dan Alloh menciptakan padanya Bulan sebagai cahaya dan menjadikan Matahari sebagai pelita” (QS. Nuh [71]: 16)
Ayat ini menjelaskan matahari bersinar bagai pelita atau menjadi sumber cahaya untuk bulan, sehingga dia memantulkan sinar itu. Disini Alloh memberikan petunjuk yang benar tentang teori “Pemantulan Sinar”, jauh sebelum SAINS dapat membuktikannya secara ilmiah.
Jadi benarlah apa yang disampaikan oleh firman Alloh di dalam Al-Qur’an, dan firman Alloh tidak bertentangan dengan penemuan sains, dan masih banyak lagi ayat-ayat Al-Qur’an yang mengungkap misteri alam semesta jagad raya ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar